Jakarta, situsenergi.com
PT PLN (Persero) mempercepat pengembangan energi panas bumi untuk memperkuat ketahanan energi nasional. PLN menargetkan kapasitas terpasang geotermal naik dari 2,8 GW menjadi 7,9 GW pada 2033.
Target tersebut mengacu pada RUPTL 2025-2034 dan mendukung peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara regulator, PLN, dan pelaku usaha untuk mempercepat proyek geotermal.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga 23,2 GW. Karena itu, PLN menyiapkan tambahan kapasitas 5,1 GW hingga 2033.
“Indonesia memiliki peluang emas untuk membawa kekayaan panas bumi menjadi pemimpin energi dunia,” kata Darmawan dalam IIGCE 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

PLN Siapkan 110 Proyek Geotermal
PLN merancang 110 proyek panas bumi dalam peta jalan RUPTL 2025-2034. Sebanyak 25 proyek berkapasitas 0,6 GW akan PLN kembangkan, sedangkan 85 proyek lainnya berkapasitas 4,5 GW akan melibatkan IPP.
PLN juga membuka skema kerja sama GEECA untuk WKP PLN dan SECA bagi WKP non-PLN. Dari 79 proyek tersebut, PLN memproyeksikan tambahan kapasitas 3,1 GW.
“PLN membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra melalui skema GEECA dan SECA,” ujar Darmawan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan percepatan geotermal penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor. Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi produsen energi panas bumi nomor satu dunia pada 2030. (*)
Leave a comment