Batam, situsenergi.com
Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momen bersejarah bagi warga Pulau Sembur, Batam. Untuk pertama kalinya, masyarakat menggelar upacara kemerdekaan di pulau mereka dengan memanfaatkan listrik dari tenaga surya.
Upacara berlangsung pada 17 Agustus 2026 secara sederhana. Warga menggunakan pohon kayu sebagai tiang bendera, sedangkan sound system untuk mengumandangkan Indonesia Raya mendapat pasokan listrik dari PLTS.
Menariknya, seluruh petugas upacara merupakan siswa SMP Negeri 49 Batam. Mereka bertugas sebagai pengibar bendera, pembaca Pancasila, pembaca UUD 1945, hingga petugas lainnya.
“Saya merasa bangga bisa menjadi petugas upacara di Pulau Sembur. Biasanya kami mengikuti upacara di sekolah, tetapi kali ini kami bisa bertugas di sini dan bersama masyarakat merayakan 17 Agustus,” ujar Tika, salah satu siswa.
Kehadiran listrik juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menggelar lebih banyak kegiatan. Warga sebelumnya mengandalkan genset yang cukup membebani perekonomian.

PLTS Pulau Sembur dibangun Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Kementerian Koperasi. Pembangkit tersebut memiliki kapasitas 1 MWp dengan baterai 1 MWh.
John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE, mengatakan energi bersih harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Energi bukan hanya tentang menghasilkan listrik. Yang lebih penting adalah bagaimana listrik tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung aktivitas mereka,” kata John.

PLTS itu mendukung kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga serta kegiatan ekonomi melalui koperasi. Fasilitasnya juga mencakup pabrik es berkapasitas 4 ton per hari dan gudang pendingin untuk membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan. (*)
Leave a comment