Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menandatangani pembaruan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026-2028. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan industrial sekaligus mendukung keberlanjutan operasi hulu migas nasional.
Penandatanganan berlangsung di Jakarta pada 25 Juni 2026 dengan mengusung tema “PKB sebagai Pilar Penguatan SDM untuk Kedaulatan Energi Nasional”. Melalui kesepakatan tersebut, perusahaan dan serikat pekerja berkomitmen menjaga kolaborasi yang produktif demi mendukung kinerja operasional yang selamat, andal, patuh, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan sumber daya manusia memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi.
“Penandatanganan PKB ini sebagai wujud komitmen Perusahaan untuk melindungi hak dan kewajiban pekerja dan perusahaan dalam sebuah hubungan industrial yang harmonis,” ujar Sunaryanto.
Menurut dia, hubungan industrial yang sehat menjadi fondasi penting bagi kelancaran operasional perusahaan sekaligus menjaga pasokan energi nasional.
PKB PHI berlaku mulai 25 Juni 2026 hingga 24 Juni 2028. Dokumen tersebut mengatur berbagai aspek hubungan kerja, mulai dari hak dan kewajiban pekerja serta perusahaan, harmonisasi syarat kerja, fasilitas kesehatan, pengupahan, hingga ketentuan yang bertujuan mencegah perselisihan hubungan industrial.
Pada kesempatan yang sama, PHSS juga menandatangani PKB periode yang sama bersama Serikat Pekerja PHSS. Penandatanganan tersebut disaksikan perwakilan pemerintah daerah, SKK Migas, manajemen perusahaan, dan Human Capital Subholding Upstream Pertamina.
PHI menilai keberhasilan pembaruan PKB ini mencerminkan hubungan industrial yang semakin konstruktif. Dengan kolaborasi yang kuat antara perusahaan dan pekerja, produktivitas diharapkan meningkat sehingga mendukung kinerja bisnis dan ketahanan energi nasional.

PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan. Pada 2025, perusahaan mencatat produksi sebesar 58 ribu barel minyak per hari dan 630 MMSCFD gas. ***
Leave a comment