Jakarta, situsenergi.com
Pertamina memperkuat peran sebagai penggerak industri nasional melalui Pertamina P3DN Summit 2026. Forum ini mendorong penggunaan produk dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.
Komitmen tersebut memberi dampak besar bagi perekonomian. Kajian Universitas Indonesia pada 2025 mencatat implementasi P3DN di Pertamina menghasilkan output ekonomi Rp1.388,9 triliun, kontribusi terhadap PDB Rp772,9 triliun, serta mendukung sekitar 4,47 juta tenaga kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kontribusi Pertamina terhadap perekonomian nasional. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina atas kontribusi nyata ini,” ujar Airlangga.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan P3DN Summit 2026 sejalan dengan agenda hilirisasi dan penguatan nilai tambah industri nasional.
“Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global,” kata Simon.
Sepanjang 2025, belanja produk dalam negeri Pertamina mencapai Rp531,5 triliun, naik 27,95 persen dari tahun sebelumnya. Hingga Juni 2026, realisasi penyerapan belanja produk dalam negeri telah mencapai Rp239,9 triliun.
Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin menilai penyerapan produk lokal dapat mendorong pertumbuhan manufaktur dan membuka lapangan kerja.

“Pertamina hadir bukan hanya sebagai pengguna produk dalam negeri, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan industri nasional,” ujarnya.
Melalui P3DN Summit 2026, Pertamina memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, industri, dan UMKM. Langkah ini diharapkan mempercepat transformasi industri Indonesia agar semakin kompetitif di pasar global. (*)
Leave a comment