Jakarta, Situsenergi.com
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mempertegas komitmennya memperkuat tata kelola perusahaan melalui penerapan manajemen anti-fraud sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang berintegritas.
Direktur Utama PDSI, Avep Disasmita, mengatakan integritas harus menjadi landasan dalam setiap proses bisnis. Menurutnya, komitmen anti-fraud tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga harus menjadi budaya yang diterapkan seluruh insan perusahaan.
“Kami ingin memastikan setiap proses bisnis berjalan secara transparan, profesional, dan berintegritas,” ujar Avep dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Ia menilai penguatan tata kelola perusahaan menjadi langkah strategis untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri.
“Melalui sinergi pengawasan, edukasi, dan sistem pencegahan yang kuat, kami optimistis dapat menciptakan lingkungan kerja yang bersih serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.
PDSI juga menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk kecurangan dan praktik korupsi. Untuk mendukung kebijakan tersebut, perusahaan mengoptimalkan penerapan Whistle Blowing System (WBS) yang transparan sebagai sarana pelaporan dugaan pelanggaran.
Selain itu, PDSI menjalankan sejumlah inisiatif strategis, mulai dari implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 hingga kampanye peningkatan kesadaran anti-fraud di seluruh lini organisasi sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan. (DIN/GIT)
Leave a comment