Pegunungan Arfak, Situsenergi.com
Kabar menggembirakan datang dari Pegunungan Arfak, Papua Barat. PT PLN (Persero) berhasil menghadirkan layanan listrik 24 jam penuh bagi 1.396 rumah tangga di empat distrik, yakni Minyambouw, Taige, Hingk, dan Anggi Gida.
Pencapaian ini terwujud melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Sebelumnya, warga Minyambouw hanya menikmati listrik selama enam jam per hari, sementara tiga distrik lainnya memperoleh pasokan selama 12 jam.
Warga Distrik Minyambouw, Paulus, mengaku merasakan langsung manfaat hadirnya listrik sepanjang hari.

“Kami sangat bersyukur. Listrik 24 jam ini benar-benar kami rasakan manfaatnya. PLN bekerja keras, tanam besi, pasang kabel, dan hari ini hasilnya sudah dinikmati oleh masyarakat,” ujar Paulus.
Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, mengapresiasi sinergi antara Kementerian ESDM dan PLN yang berhasil merealisasikan kebutuhan energi masyarakat di wilayah Papua Barat.
“Hari ini, empat distrik di Kabupaten Pegunungan Arfak sudah bisa menyala 24 jam penuh, dari yang sebelumnya hanya 6 jam dan 12 jam saja,” kata Cheroline.
Ia juga menilai program BPBL telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut agar semakin banyak daerah terpencil memperoleh akses listrik yang andal.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemerataan listrik menjadi bagian penting dari pembangunan nasional.
“Kehadiran listrik 24 jam di Pegunungan Arfak bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Darmawan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan bahwa PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,75 kilometer sirkuit dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 21,29 kilometer sirkuit yang terhubung ke sistem kelistrikan Anggi.
Menurutnya, pembangunan berlangsung di wilayah dengan medan geografis yang menantang. Namun, dukungan masyarakat dan pemerintah daerah memungkinkan proyek tersebut selesai sehingga warga kini menikmati listrik selama 24 jam penuh.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses energi yang merata dan berkeadilan, terutama bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di seluruh Indonesia. (*)
Leave a comment