Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menegaskan komitmennya mengurangi emisi karbon melalui pemanfaatan energi bersih dan teknologi ramah lingkungan pada operasional maritim dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Sebagai perusahaan jasa maritim terintegrasi, PTK mulai memanfaatkan panel surya yang dikombinasikan dengan bahan bakar fosil serta energi Liquefied Natural Gas (LNG) pada sejumlah armadanya. Langkah tersebut berhasil menekan emisi hingga 1.097 ton CO₂e sepanjang 2025.
Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, mengatakan upaya dekarbonisasi menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap keberlanjutan sektor maritim nasional.
“Langkah PTK ini merupakan upaya untuk menjaga lingkungan, terutama guna mendukung ketahanan industri maritim nasional,” ujar Eko.
Selain mengurangi emisi di sektor operasional, PTK juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB) Kariangau, Balikpapan.

VP Legal & Relations PTK Amran Reza menjelaskan pembangkit listrik tenaga surya di kawasan tersebut mampu menghemat energi hingga 535 kWh per bulan dan mengurangi emisi karbon sekitar 55 kilogram CO₂ setiap bulan.
“Peran PTK dalam memberdayakan masyarakat pesisir dan menjaga kelestarian lingkungan sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan serta mendukung kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat setempat,” kata Amran.

Menurutnya, PTK juga menjalankan penanaman mangrove, aksi bersih pesisir, dan edukasi lingkungan sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem maritim yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)
Leave a comment