Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat kinerja impresif pada kuartal I-2026 sekaligus memperoleh dukungan pendanaan internasional hingga US$477,87 juta untuk tiga proyek strategis panas bumi.
Masuknya proyek tersebut ke dalam Green Book 2026 Bappenas memperkuat peluang pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lumut Balai Unit 4, dan PLTP Lahendong Unit 7–8 menuju tahap implementasi.
Sejalan dengan itu, PGE membukukan laba bersih US$43,90 juta, naik 40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga meraih pendapatan US$116,56 juta, meningkat 14,8% secara tahunan berkat strategi bisnis berkelanjutan.
Kinerja operasional ikut menguat. Produksi listrik pada kuartal I-2026 mencapai 1.370 GWh, atau tumbuh 15,22% dibandingkan tahun sebelumnya setelah pada 2025 mencetak rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah sebesar 5.095 GWh.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan masuknya proyek ke Green Book 2026 menjadi bukti kesiapan perusahaan memasuki fase pengembangan berikutnya sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis panas bumi nasional.

Menurutnya, pencapaian tersebut membuka akses terhadap berbagai sumber pembiayaan global yang dapat mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan daya tarik di mata mitra strategis dan lembaga pendanaan internasional.
Pendanaan concessional loan itu terdiri dari US$158,86 juta dari JICA untuk PLTP Lumut Balai Unit 3 dengan target COD 2030, US$148,97 juta dari JICA untuk PLTP Lumut Balai Unit 4 dengan target COD 2032, serta US$170,04 juta dari World Bank bagi PLTP Lahendong Unit 7–8 yang ditargetkan beroperasi pada 2030.
PGE menilai skema pembiayaan tersebut dapat menjaga struktur pendanaan tetap sehat, mempertahankan biaya pinjaman yang kompetitif, sekaligus meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.

Ketiga proyek itu menjadi bagian dari roadmap pengembangan panas bumi PGE hingga kapasitas 3 GW. Setelah beroperasi, proyek tersebut akan menambah pasokan listrik rendah emisi dan memperkuat bauran energi nasional, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi lokal, dan penguatan industri dalam negeri. (*)
Leave a comment