Home MIGAS PHE Gandeng ExxonMobil dan SK Group Garap Proyek CCS RI-Korea Selatan
MIGAS

PHE Gandeng ExxonMobil dan SK Group Garap Proyek CCS RI-Korea Selatan

Share
PHE Gandeng ExxonMobil dan SK Group Garap Proyek CCS RI-Korea Selatan
Share

Tangerang, Situsenergi.com

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperluas kerja sama internasional di sektor energi rendah karbon lewat proyek Carbon Capture and Storage (CCS) lintas batas Indonesia-Korea Selatan. Kesepakatan itu diteken bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon dalam ajang IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan ekosistem CCS regional sekaligus membuka peluang Indonesia menjadi pusat penyimpanan karbon di kawasan Asia Pasifik.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) yang merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman Indonesia-Korea Business Forum pada 1 April 2026 di Korea Selatan.

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan sinergi tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong pengembangan industri penangkapan dan penyimpanan karbon di Indonesia.

“Melalui kolaborasi strategis ini, PHE bersama mitra global berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem CCS yang terintegrasi di Indonesia,” ujar Hermansyah.

Lewat studi bersama itu, para pihak akan mengkaji proyek pengiriman karbon dioksida (CO2) dari Korea Selatan menuju CCS Hub Asri Basin di Indonesia untuk disimpan secara aman di bawah tanah.

Selain studi kelayakan proyek, kerja sama juga mencakup pertukaran teknologi, pengetahuan, hingga pengembangan rantai nilai CCS di kawasan Asia Pasifik. Langkah tersebut diharapkan mempercepat kesiapan bisnis CCS regional dan mendukung agenda dekarbonisasi global.

Hermansyah menilai proyek ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

“Inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya dekarbonisasi, tetapi juga membuka peluang investasi baru, transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan CCS di kawasan Asia Pasifik,” katanya.

PHE memperkirakan proyek CCS lintas negara itu berpotensi mendatangkan investasi hingga US$600 juta ke Indonesia. Selain itu, proyek tersebut juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja pada fase konstruksi untuk setiap kapasitas penyimpanan CO2 sebesar satu juta ton per tahun. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Trans Kontinental Perkuat Logistik Energi Lewat Kerja Sama STS FAME 2026

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental memperkuat layanan maritim energi nasional melalui...

CSR PTK Moncer! Pertamina Trans Kontinental Borong Penghargaan Berkat Program Maritim Berkelanjutan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental kembali menunjukkan taringnya di sektor sosial...

Perempuan di Pertamina Makin Bersinar! Posisi Direksi hingga VP Kini Banyak Diisi Sosok STEM

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina terus mendorong perempuan mengambil peran besar di industri...

PGN Kaji Transportasi CO2 dan CCS untuk Dorong Produksi Amonia Rendah Karbon

Tangerang Selatan, Situsenergi.com PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memperkuat langkah transisi energi...