Jakarta, Situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) membeberkan strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan geopolitik global saat sesi Students Meet The Global Executives pada ajang IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan sebagai negara net importir energi. Karena itu, Pertamina fokus memperkuat produksi energi domestik dan mengurangi ketergantungan impor.
“Ini adalah pekerjaan rumah kita. Juga menjadi pekerjaan rumah Indonesia, mengenai bagaimana ketahanan energi menjadi target kita,” ujar Emma.

Menurutnya, Pertamina akan mengoptimalkan produksi dan lifting migas nasional melalui penerapan teknologi, penguatan kemitraan strategis, hingga dukungan insentif fiskal agar investasi sektor energi semakin menarik.
“Hal yang penting adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk meningkatkan keekonomian proyek dan mempercepat produksi,” jelasnya.
Selain memperkuat bisnis energi fosil, Pertamina juga mempercepat pengembangan energi rendah karbon. Di sektor hilir, perusahaan terus mendukung program biodiesel nasional setelah implementasi B40 dan pengembangan menuju B50.

Pertamina juga menjalankan revamping kilang serta pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan minyak jelantah melalui skema co-processing dan pembangunan biorefinery baru.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus, namun juga agen perubahan di masyarakat,” kata Baron. (*)
Leave a comment