Home MIGAS Hulu Migas Masih Jadi Andalan! Bos PDSI Ungkap Strategi Bertahan di Era Transisi Energi
MIGAS

Hulu Migas Masih Jadi Andalan! Bos PDSI Ungkap Strategi Bertahan di Era Transisi Energi

Share
Hulu Migas Masih Jadi Andalan! Bos PDSI Ungkap Strategi Bertahan di Era Transisi Energi
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Di tengah gencarnya dorongan energi bersih, sektor hulu migas ternyata belum tergantikan. Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) Avep Disasmita menegaskan industri ini masih akan menjadi tulang punggung pasokan energi dunia dalam jangka panjang. Artinya, peran migas tetap krusial, termasuk bagi ketahanan energi Indonesia.

Pernyataan itu Avep sampaikan dalam Scope Upstream Excellence Forum bertema Potensi dan Tantangan Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Mewujudkan Swasembada Energi. Menurutnya, PDSI siap mengambil peran strategis dengan memastikan pengeboran sumur berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.

“PDSI ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung ketahanan dan swasembada energi nasional,” ujar Avep, Jumat (30/1/2026).

Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Avep merujuk OPEC World Oil Outlook 2025 yang memproyeksikan hingga 2050 sekitar 50% kebutuhan energi global masih bergantung pada migas. Proyeksi tersebut menegaskan bahwa minyak dan gas tetap menjadi backbone energi global, bahkan saat transisi energi terus melaju.

Namun, PDSI tak sekadar bertahan. Perusahaan menerapkan strategi pertumbuhan ganda. Di satu sisi, PDSI mendukung eksploitasi migas yang lebih rendah karbon. Di sisi lain, perusahaan mulai masuk ke bisnis dekarbonisasi untuk menjawab tuntutan masa depan.

“PDSI tidak hanya fokus pada efisiensi teknologi pengeboran, tetapi juga mulai mengembangkan green drilling, geothermal, serta carbon capture, storage, and sequestration (CCS),” jelas Avep.

Dari sisi kapasitas, PDSI kini mengoperasikan 57 rig, termasuk dua unit jack-up hasil aliansi strategis dengan ADES. Selain itu, perusahaan mengelola lebih dari 110 unit jasa penunjang pengeboran. Ekspansi regional pun terus berjalan, mulai dari Malaysia dan Timor Leste, hingga penjajakan pasar Timur Tengah dan Afrika.

“Dengan pengalaman belasan tahun di onshore, Pertamina Drilling merupakan salah satu pemilik armada rig onshore terbesar di Asia Tenggara,” kata Avep.

Dengan kombinasi skala operasi, ekspansi global, dan langkah hijau, PDSI menegaskan satu pesan penting: hulu migas belum habis masanya, justru sedang bertransformasi untuk tetap relevan dan berkelanjutan. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

SKK Migas Utamakan Langkah Preventif Dalam Menghetikan Pencurian Aset di Sumbagsel 

Palembang, situsenergi.com  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus melakukan langkah stratrgis,  antisipatif dan kkordinatif guna untuk menurunkan angka kejahatan berupa perusakan dan pencurian tethadap infrastruktur perusahaan minyak di Sumatera Selatan (Sumsel) pasca pengungkapan temuan kejahatan oleh Polri di wilayah hukum Sumsel, baru-baru ini.  Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto menjelaskan, pihaknya secara masif terus berkoordinasi serta memperkuat bentuk kerja sama dengan jajaran penegak hukum Polri, TNI dan Kejaksaan sebagai langkah strategis pengamanan aset-aset negara di wilayah hukum Sumsel.  “Kami terus berupaya untuk meningkatkan pengamanjan aset negara, khususnya...

Pemprov Riau Minta PHR Perbaiki Jalan Rusak di Wilayah Kerja Perusahaan 

Riau, Situsenergi.com  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menerima jajaran pimpinan Pertamina Hulu Rokan (PHR), sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan.  SF Hariyanto, menganggap langkah ini penting untuk menyatukan komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Riau.  “Terima kasih sudah datang ke sini, saya senang bisa bersilaturahmi dengan Pak Direktur serta jajarannya karena sudah lama kita tidak bertemu,” ujar Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, dikutip dari siaran pers Pemda Riau, Jumat (14/8).  Ditambahkannya, pembangunan infrastruktur di daerah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah secara mandiri tanpa keterlibatan pihak swasta. Pihaknya mengharapkan kontribusi nyata dari PHR, khususnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perbaikan jalan rusak di wilayah kerja perusahaan.  “Kita tahu bersama untuk membangun Riau ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri, diperlukan sinergi dan kolaborasi,” kata SF Hariyanto menambahkan.  Pemprov Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Tim Satgas juga menyatakan kesiapannya dalam membantu mengatasi berbagai kendala operasional PHR. Pihak perusahaan diimbau untuk aktif berkoordinasi guna mencari solusi bersama demi percepatan produksi migas nasional.  Sementara, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhammad Arifin, mengapresiasi dukungan Pemprov Riau terhadap kelancaran kegiatan operasional perusahaan di wilayah Riau. Pihaknya juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait persetujuan ketentuan fiskal (fiscal terms) baru dari pemerintah pusat untuk operasional PHR.  “Alhamdulillah kita bisa bertemu hari ini, kami mengucapkan syukur karena pemerintah telah menyetujui fiscal terms yang baru untuk operasional kami,” kata Muhammad Arifin sembari menambahkan, “Penyesuaian ketentuan fiskal tersebut mengikuti dinamika peningkatan produksi migas.” (mk)

Pertamina Lubricants Gaspol Otomatisasi Pabrik, Bidik Pasar Global

Jakarta, situsenergi.com Pertamina Lubricants memperkuat daya saing bisnis pelumas lewat teknologi otomatisasi...

GO-SARI Bantul Ubah Sampah Jadi Cuan, Warga Raup Rp98 Juta per Bulan

Bamtul, situsenergi.com TPS 3R GO-SARI di Guwosari, Bantul, Yogyakarta, membuktikan sampah bisa...