Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat lonjakan efisiensi fantastis sepanjang 2025 lewat program Optimus. Anak usaha hulu migas Pertamina itu membukukan cost optimization hingga USD635 juta, jauh melampaui target awal sebesar USD250 juta.
Capaian tersebut menyumbang 57% dari total efisiensi Pertamina sekaligus membawa PHE meraih predikat Grand Champion Optimus 2025.
Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, mengatakan keberhasilan itu lahir dari konsistensi eksekusi di seluruh lini perusahaan.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa di tengah berbagai tantangan, kita tetap mampu menghadirkan kinerja unggul melalui disiplin eksekusi dan semangat perbaikan berkelanjutan,” ujar Whisnu, Kamis (14/5/2026).
Memasuki 2026, PHE menghadapi tantangan baru karena mayoritas lapangan migas yang dikelola sudah memasuki fase mature dan mengalami penurunan produksi. Kondisi tersebut membuat ruang optimalisasi dalam RKAP semakin terbatas.
Komisaris PHE, Nanang Untung, menegaskan strategi perusahaan kini fokus pada tiga pilar utama, yakni revenue growth, efisiensi, dan cost avoidance.
“Lapangan yang kita kelola sebagian besar sudah mature dan declining. Ini membuat tantangan semakin besar, namun sekaligus membuka peluang untuk melakukan optimalisasi yang lebih kreatif dan terukur,” kata Nanang.

PHE juga melihat peluang dari potensi kenaikan harga minyak dunia dan meningkatnya kebutuhan energi nasional. Karena itu, program Optimus yang kini memasuki tahun keenam diarahkan menjadi penggerak inovasi baru dengan tetap mengedepankan prinsip ESG dan tata kelola bersih berbasis ISO 37001:2016. (DIN/GIT)
Leave a comment