Home LISTRIK PLN Gaspol Perkuat Ketahanan Energi di Electricity Connect 2025, Siapkan Fondasi Ekonomi 10 Tahun ke Depan
LISTRIK

PLN Gaspol Perkuat Ketahanan Energi di Electricity Connect 2025, Siapkan Fondasi Ekonomi 10 Tahun ke Depan

Share
PLN Gaspol Perkuat Ketahanan Energi di Electricity Connect 2025, Siapkan Fondasi Ekonomi 10 Tahun ke Depan
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo menekankan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan ekonomi nasional melalui hilirisasi di seluruh sektor harus ditopang oleh ketahanan energi yang kuat.
Share

Jakarta, situsenergi.com

PLN kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional saat mengisi plenary session Electricity Connect 2025 di Jakarta. Komitmen ini menjadi krusial karena kebutuhan energi di kawasan terus meningkat seiring ambisi hilirisasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi.

Executive Director ASEAN Centre for Energy (ACE), Dato’ Ir. Ts. Razib Dawood, mengingatkan bahwa permintaan energi ASEAN bisa melonjak hampir tiga kali lipat pada 2050. Ia menilai sistem energi harus bertransformasi total, mulai dari infrastruktur hingga bauran energi yang lebih bersih. “Lonjakan permintaan energi tentu menimbulkan tantangan besar bagi sistem energi… peningkatan ini membutuhkan transformasi untuk menjamin ketahanan dan keandalan,” ujar Razib. Ia juga menekankan pentingnya ASEAN Power Grid demi interkoneksi listrik yang lebih kuat di tengah dinamika global.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menyambut perhatian tersebut dan menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan energi sebagai fondasi hilirisasi nasional. Menurutnya, ekonomi tidak bisa bergerak tanpa kapasitas listrik yang memadai. “Jika kapasitas listrik tidak cukup, maka akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi kita ke depan,” tegas Rizal.

Melalui RUPTL 2025–2034, pemerintah menargetkan tambahan pembangkit 69,5 GW, dengan 76% berasal dari energi baru terbarukan dan sistem penyimpanan. Rizal menyebut roadmap ini sebagai sinyal kuat bagi investor bahwa Indonesia sedang membangun sistem energi rendah emisi yang modern. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan transmisi sepanjang 47.758 kms dan gardu induk hingga 107.950 MVA untuk memperkuat pengaliran listrik nasional.

Implementasi RUPTL tak hanya mendorong transisi energi, namun juga membuka lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru. Rizal menegaskan bahwa kolaborasi semua pihak sangat menentukan. Dengan sinergi yang solid, Indonesia diyakini mampu memasuki era energi bersih dan memperkuat daya saing ekonomi dalam dekade mendatang. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Warga Akui Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Dukung Perekonomian Masyarakat

Mataram, 5 Agustus 2026 – Pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan proyek Pembangkit...

Pelanggan Home Charging PLN Bertambah 21.865 pada Semester I 2026, Konsumsi Listrik EV Melonjak

Jakarta, situsenergi.com PT PLN (Persero) mencatat penambahan 21.865 pelanggan baru Home Charging...

PLN Tebar Promo Tambah Daya 50% di GIIAS 2026, Bisa Naik hingga 7.700 VA

Jakarta, situsenergi.com PLN menghadirkan promo tambah daya listrik 50 persen selama GIIAS...

PLN Dorong Generasi Muda Kuasai Energi Hijau, 250 Siswa Ikut Pelatihan

Jakarta, Situsenergi.com PLN bersama Institut Teknologi PLN (IT PLN) mendorong siswa SMA...