Home LISTRIK Cerita Desa Jungut Batu: Rumput Laut Jadi Primadona Baru Berkat PLN
LISTRIK

Cerita Desa Jungut Batu: Rumput Laut Jadi Primadona Baru Berkat PLN

Share
Cerita Desa Jungut Batu: Rumput Laut Jadi Primadona Baru Berkat PLN
Launching Program Desa Berdaya Rumput Laut ditandai dengan Pemukulan Kentongan oleh Deputi Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementrian BUMN, Tedi Bharata (kedua dari kanan), EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto (kanan), Ketua Umum Yayasan Jaga Alam Sejahtera, Ni Luh Putu Yuniari (kiri), dan Kepala Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan, I Made Gede Suryawan (kedua dari kiri).
Share

Jakarta, situsenergi.com

Siapa sangka, di balik tenangnya pantai Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan, ada cerita keren yang lagi bikin heboh. Yup, warga lokal lagi semangat-semangatnya panen rumput laut perdana dari program “Desa Berdaya Rumput Laut” bareng PLN!

Program ini resmi dimulai Selasa (20/5) kemarin dan jadi gebrakan baru buat warga pesisir. Lewat kerja sama bareng Yayasan Jaga Alam Sejahtera, PLN bukan cuma kasih modal, tapi juga bawa pelatihan, pendampingan, dan teknologi kekinian buat para petani rumput laut.

“Mulai dari bank bibit unggul sampai teknologi pengering, semuanya disiapin supaya hasil panennya maksimal dan tahan lama,” ujar Mayuni, Ketua Harian Yayasan Jaga Alam Sejahtera, dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2025).

Gak cuma soal panen, ini juga soal upgrade cara tanam. Menurut Deputi SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata, rumput laut punya potensi gede banget buat dikembangkan, bahkan bisa jadi produk keren kayak nori!

“Kuncinya kolaborasi. Dan PLN udah ngebuktiin kalau mereka partner yang solid dari awal,” tambah Tedi.

Hasilnya? Gak main-main. Produksi rumput laut naik 4 kali lipat, pendapatan petani nambah 20–40 persen, dan lebih dari 50 warga kini punya pekerjaan baru. Dua hektare laut yang dulu kosong sekarang jadi sumber rezeki yang lestari.

Gregorius Adi Trianto, EVP Komunikasi Korporat & TJSL PLN, bilang kalau PLN sekarang gak cuma urus listrik, tapi juga jadi bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan dan pelestarian alam.

“Kami ingin menyalakan masa depan. Lewat rumput laut, kami dorong ekonomi, edukasi, dan juga jaga ekosistem laut,” jelasnya.

Anggota Yayasan Jaga Alam Sejahtera tengah menjelaskan proses pencucian dan penjemuran rumput laut pascapanen.

Next step? Warga bakal bentuk koperasi petani, buka pasar ekspor, dan siap-siap jadi destinasi wisata edukatif. Dari desa pesisir ke panggung dunia, siapa bilang gak bisa? (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Blackout Listrik Jadi Alarm Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, situsenergi.com Terjadinya blackout atau padam listrik massal di sejumlah wilayah Indonesia...

Blackout Listrik Mengancam Dunia! RI Bukan Satu-satunya, Negara Ini Pernah Kena Dampak 620 Juta Orang

Jakarta, Situsenergi.com Siapa yang menyangka bahwa pemadaman listrik total atau blackout bukan...

PLN Pastikan Sistem Listrik Sumatra Stabil, Pasokan 5.579 MW Sudah Kembali Mengalir

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sumatra usai...

Sofyano Puskepi Nilai PLN Responsif Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Sumatra

JAKARTA,situsenergi.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) Sofyano Zakaria menilai PLN proaktif...