Home ENERGI RUPSLB Adaro Energy Setujui Tambahan Dividen Senilai USD 2,62 Miliar
ENERGI

RUPSLB Adaro Energy Setujui Tambahan Dividen Senilai USD 2,62 Miliar

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Pemegang saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk merestui usulan direksi untuk tambahan dividen tunai USD 2,62 miliar atau sekitar Rp 41,68 triliun. Namun, RUPST Adaro belum memastikan berapa total nilai dividen yang akan dibayarkan emiten tersebut.

“RUPSLB menyetujui tambahan dividen final tunai sebesar-besarnya sampai dengan USD2,63 miliar,” kata manajemen ADRO sebagaimana dikutip dari hasil RUPSLB perseroan, Senin (18/11.

Emiten milik konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir itu membukukan saldo laba USD 5,22 miliar atau Rp 82,74 triliun per 31 Desember 2023. Perusahaan juga mencatat saldo laba belum dicadangkan per 31 Desember 2023 sebesar USD 5,15 miliar atau sekitar Rp 81,62 triliun.

“Untuk sisa saldo laba belum dicadangkan untuk tahun buku 2023 senilai USD 4,75 miliar, setara Rp 75,28 triliun,” katanya.

Selain membagi dividen, pemegang saham perseroan juga menyetujui penggantian nama perusahaan menjadi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.(DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Ekspansi Energi 2026, Sigma Energy Bidik SPBU Baru hingga Infrastruktur SPKLU

Jakarta, situsenergi.com PT Sigma Energy Compressindo Tbk menyiapkan langkah ekspansi agresif pada...

Verifikasi Emisi Listrik Diperketat, Kemenperin Dorong Industri Menuju NZE 2060

Jakarta, Situsenergi.com Kementerian Perindustrian memperkuat langkah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060...

Anggaran Subsidi BBM Aman Hingga Akhir 2026, Menkeu: Dana Kita Cukup!

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah memberikan kepastian segar bagi masyarakat terkait keberlanjutan bantuan energi...

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...