Home MIGAS BPH Migas Pantau Kesiapan Badan Usaha Penugasan Laksanakan Program BBM Satu Harga 2024 di Papua Barat Daya
MIGAS

BPH Migas Pantau Kesiapan Badan Usaha Penugasan Laksanakan Program BBM Satu Harga 2024 di Papua Barat Daya

Share
BPH Migas Pantau Kesiapan Badan Usaha Penugasan Laksanakan Program BBM Satu Harga 2024 di Papua Barat Daya
Share

Jakarta, situsenergi.com

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memantau pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan kesiapan badan usaha penugasan melaksanakan program BBM Satu Harga tahun 2024 di Provinsi Papua Barat Daya.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, pihaknya terus memastikan pasokan dan distribusi BBM bagi seluruh masyarakat terpenuhi, termasuk kelancaran penyaluran BBM di wilayah timur Indonesia, Papua.

“Kami tentu ingin mengetahui kondisi terkini dari penyediaan dan pendistribusian BBM, khususnya untuk area Papua dan Maluku dengan ragam tantangan yang dimiliki. Hingga saat ini, kondisi stok BBM di Papua Barat Daya dalam kondisi aman,” ujar Erika dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/7).

Untuk itu Erika meminta badan usaha penugasan selalu memantau operasional dan keberlanjutan lembaga penyalur BBM Satu Harga, khususnya yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Apabila ada kendala, kita bisa koordinasikan dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kita ingin program BBM Satu Harga berjalan sesuai tujuan awal program ini dilaksanakan,” sebutnya.

Menurut Anggota Komite BPH Migas Basuki Trikora Putra, tantangan badan usaha penugasan dalam menyalurkan BBM di daerah timur Indonesia, seperti kompleksitas rantai pasok penyediaan BBM kepada masyarakat.

“Antisipasi harus dipersiapkan dan dilakukan apabila terjadi kendala suplai. Ini bertujuan agar distribusi BBM tidak terganggu, sehingga kebutuhan konsumen di Papua dan Maluku dapat terpenuhi,” katanya.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, BPH Migas bekerja sama dengan berbagai pihak agar BBM dapat dinikmati masyarakat, yang salah satunya adalah Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

Anggota Komite BPH Migas lainnya, Yapit Sapta Putra mengharapkan kolaborasi dan komunikasi terus ditingkatkan antara Hiswana Migas, badan usaha penugasan dalam hal ini Pertamina Patra Niaga, serta BPH Migas.

“Jika ada kendala di lembaga penyalur, kami mohon kepada rekan-rekan Hiswana Migas untuk dapat menyampaikan kepada badan usaha penugasan di area masing-masing, agar dapat segera disampaikan secara berjenjang sampai dengan pimpinan badan usaha di kantor pusat,” katanya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Industri Hulu Migas Jadi Motor Ekonomi, Sumbang Triliunan hingga Dorong Daerah

Jakarta, situsenergi.com Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) terus menunjukkan peran...

Kapal Buatan RI Jadi Andalan, Pertamina Andalkan MT Pagerungan hingga Pangkalan Brandan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Patra Niaga mengandalkan armada tanker buatan dalam negeri...

PHE Garap WK Lavender, Kontrak 30 Tahun Siap Dongkrak Eksplorasi Migas RI

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperluas portofolio hulu migas dengan...

Kontrak PSC WK Lavender Diteken, PHE Perkuat Produksi Migas dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Sulawesi Lavender resmi menandatangani Kontrak...