Home MIGAS Akademisi: Pembelian LPG 3Kg Pakai KTP Solusi Subsidi Tepat Sasaran
MIGAS

Akademisi: Pembelian LPG 3Kg Pakai KTP Solusi Subsidi Tepat Sasaran

Share
Akademisi: Pembelian LPG 3Kg Pakai KTP Solusi Subsidi Tepat Sasaran
Share

Jakarta, situsenergi.com

Pembelian bahan bakar gas 3 kg dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) dan/atau Kartu Keluarga (KK), dinilai merupakan salah satu solusi agar subsidi bisa tepat sasaran.

​​​​​​Menurut Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Mudrajad Kuncoro, dengan mekanisme tersebut, gas bersubsidi akan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Penggunaan KTP dengan single identity number ini bisa menjadi solusi, karena langsung mengenali pemegangnya,” katanya dikutip di Jakarta, Selasa.

Dalam hal ini, lanjut dia, urgensi penggunaan KTP dan/atau KK dalam pembelian gas melon adalah sebagai identifikasi, yakni untuk mengetahui apakah pembeli memang orang yang tepat atau tidak.

“Tujuan penggunaan KTP dan/atau KK kan cuma satu, yakni untuk mengidentifikasi apakah memang layak membeli gas tiga kilogram yang disubsidi,” tukasnya.

Identifikasi tersebut, lanjut dia, penting karena pada akhirnya bisa memperlancar distribusi kepada masyarakat yang berhak.

Untuk itu Mudrajad mengusulkan agar bisa dipergunakan juga kartu identitas lain jika diperlukan. Misal Kartu Indonesia Pintar, Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), dan kartu-kartu lain yang menunjukkan bahwa mereka layak mendapatkan subsidi gas melon.

“Jadi memang harus ada cek dan ricek selain KTP. Apalagi, ada juga kalangan miskin yang tidak memiliki KTP,” ujarnya.

Selama ini, lanjutnya sering terjadi bahwa bukan hanya keluarga miskin serta usaha mikro yang menggunakan, tetapi juga kalangan menengah ke atas.

“Padahal tujuan subsidi adalah membantu kalangan tidak mampu. Tapi dalam praktik, banyak juga orang kaya maupun rumah makan juga menggunakan gas tiga kilogram itu. Ini kan berarti tidak tepat sasaran,” cetusnya.

Karena itu ia juga meminta agar masyarakat mampu tidak lagi menggunakan gas 3 kg karena subsidi memang tidak ditujukan untuk mereka.

“Kalangan menengah ke atas harus tahu diri, tidak menggunakan gas tiga kilogram tetapi yang lima kilogram atau 12 kilogram,” katanya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PGE Borong Penghargaan Tertinggi IRCA 2026, Bukti Tata Kelola Energi Hijau Makin Solid

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali mencuri perhatian setelah...

PHE Teken Dua PJBG di IPA Convex 2026, Pasokan Gas untuk Industri Dijaga hingga 2030

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Eneri (PHE) melalui PT Pertamina EP menandatangani...

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton, Bidik Proyek Migas hingga Irak

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) resmi menjalin kerja...

Iduladha 2026, Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Jakarta, situsenergi.com Pertamina Group menyalurkan lebih dari 4.400 hewan kurban pada perayaan...