Home LISTRIK Lewat REC, PLN Sediakan Layanan Energi Bersih untuk Sektor Industri dan Retail di Batam
LISTRIK

Lewat REC, PLN Sediakan Layanan Energi Bersih untuk Sektor Industri dan Retail di Batam

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PLN Batam kini telah menyediakan layanan energi bersih bagi sektor industri dan retail di Batam, Kepulauan Riau lewat Renewable Energy Certificate (REC). Penyediaan layanan sertifikat energi terbarukan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing industri tanah air khususnya di wilayah Batam.

Melalui layanan REC, pelaku industri mendapatkan pengakuan berstandar internasional bahwa operasional bisnisnya menggunakan sumber energi yang bersih.

Sebelumnya PT PLN (Persero) dengan PLN Batam telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Green Energy as a Service: Renewable Energy Certificate Partnership yang dilakukan oleh Executive Vice President (EVP) Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN Nayusrizal dengan Direktur Utama PLN Batam M. Irwansyah Putra dan disaksikan langsung oleh Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti, di Jakarta (8/12).

Edi mengatakan, kerja sama layanan REC di PLN Batam merupakan pilot project dengan mekanisme partnership. Saat ini permintaan REC dari Industri terus meningkat bahkan hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan 2021.

“Saat ini terdapat 300 corporate buyer yang sudah mempercayakan kebutuhan pengurangan emisi karbon dari penggunaan listriknya melalui REC, dengan realisasi hingga November 2023 mencapai 5,15 TWh. Dengan REC, pelanggan mendapatkan pengakuan atas penggunaan EBT yang transparan, akuntabel, dan diakui secara internasional,” ujar Edi.

Sejauh ini, ada lima pembangkit yang sudah terdaftar untuk memenuhi permintaan REC dari pembeli korporat dengan kapasitas produksi mencapai 3 juta REC setiap tahunnya.

Di antaranya, PLTP Kamojang 140 MW dengan kapasitas produksi 993 GWh per tahun, PLTA Bakaru 130 MW dengan kapasitas produksi 896 GWh per tahun, PLTP Lahendong 80 MW dengan kapasitas produksi 700 GWh per tahun, PLTP Ulubelu 110 MW dengan kapasitas produksi 720 GWh per tahun, serta PLTM Lambur 2×4 MW dengan kapasitas 20 GWh per Tahun.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Batam M. Irwansyah Putra mengatakan, PLN Batam sebagai anak perusahaan PLN terus berkomitmen penuh untuk mendukung transformasi PLN dan transisi energi.

“Dalam masa transisi tersebut sekaligus sebagai upaya mendukung komitmen mencapai net zero emissions pada 2060, maka PLN Batam ke depannya melakukan pengembangan produk Iayanan penurunan emisi karbon (carbon reduction), yang salah satunya berupa sertifikat energi terbarukan atau REC,” ujar Irwansyah.

Irwansyah menyebutkan hal ini menjadi sebuah milestone dan terobosan Iayanan kepada konsumen untuk menjawab kebutuhan industri Batam. Karena hasil produk dari energi hijau ini akan menjadikan produknya naik kelas di pasar internasional.()

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Gandeng eFUELS SEA, EPI Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau

Jakarta, situsenergi.com PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan eFUELS SEA...

PLN Siapkan Kontrak 30 Tahun, Proyek PSEL Kian Diburu Investor Global

Jakarta, situsenergi.com Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik perhatian...

Program Listrik Desa PLN Dipercepat, Pemerintah Siapkan Rp10,3 Triliun untuk Perluas Akses Listrik

Jakarta, situsenergi.com PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku...

PLN Beri Diskon 50% Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026, Cek Syaratnya

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN (Persero) meluncurkan promo “Semangat Baru Makin Berdaya” berupa...