Home MIGAS Bisa Cegah Arus Urbanisasi, Pertashop Solusi Tepat Ekonomi Perdesaan
MIGAS

Bisa Cegah Arus Urbanisasi, Pertashop Solusi Tepat Ekonomi Perdesaan

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Ketua Dewan Pakar Institute for Social, Economic, and Digital Ryan Kiryanto menilai, program kemitraan PT Pertamina (Persero) dengan pelaku usaha di daerah untuk penjualan bahan bakar minyak (BBM) melalui Pertashop adalah solusi yang tepat bagi ekonomi pedesaan dan pelosok.

“Karena program ini bisa mencegah arus urbanisasi besar-besaran dari desa ke kota.
Pertashop memang menjadi solusi yang tepat untuk bisa memberikan akses kepada kegiatan-kegiatan ekonomi di masyarakat desa atau daerah,” kata Ryan dalam keterangannya yaang dikutip di Jakarta, Sabtu (15/7/2023).

Ia menyebutkan, bahwa dengan Pertashop, masyarakat desa dan kawasan terpencil memiliki akses terhadap BBM sebagai komoditas primer, sehingga hal itu menunjukkan negara dan BUMN hadir untuk memberikan energi.

“Kalau akses pada komoditas primer tersedia di daerah, bisa menahan arus urbanisasi juga. Sebab urbanisasi terjadi karena sebagian saudara kita di kampung tidak dapat akses itu,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, masyarakat pedesaan ataupun daerah terpencil bisa saja mendapatkan BBM di kota, namun jaraknya yang jauh akan menambah beban biaya.

“Oleh karena itu, kehadiran Pertashop membuat mobilitas petani, nelayan, dan masyarakat lain lebih dinamis, misalnya, petani akan menjual hasil bumi, tentu memakai kendaraan untuk mengangkut,’ tukasnya.

“Begitu juga mobilitas profesi ysng lain di perdesaan juga tetap terjaga jika BBM melalui Pertashop tersedia dengan baik. Jadi akumulasi dan nilai ekonominya besar,” sambungnya.

Namun demikian, lanjut Ryan, Pertamina dan pemerintah bisa menerapkan strategi yang baik untuk penerapan Pertashop sehingga terjadi pemerataan.

“Bahwa Pertamina dengan segala perangkat dan SDM-nya bisa melakukan kajian lebih dalam, titik-titik mana yang masih kosong dalam hal akses BBM ataupun sebaliknya di tempat mana yang sudah kelebihan Pertashop. Jangan sampai di satu titik justru kebanyakan Pertashop. Yang oversupply itu harus direlokasi ke tempat-tempat yang demand tinggi, tapi supply terbatas,” pungkasnya.

Sebelumnya, pakar ekonomi dan bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudrajad Kuncoro mengatakan Pertamina harus terus menggulirkan program kemitraan Pertashop. Karena hal itu berdampak pada ekonomi desa dan pelosok bukan hanya bertahan, tetapi ikut berkontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi nasional.

“Ini program bagus. Makanya, harus diperluas dan menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan, misalnya pesisir atau daerah pegunungan yang susah dapat pasokan energi,” kata Mudrajad.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Bongkar Kinerja 2025! Produksi Migas Tembus 157 Ribu BOEPD, Laba Nyaris USD 900 Juta

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memamerkan sederet capaian penting sepanjang...

Sumur GNK-PD28 Lampaui Target, Pertamina Drilling Catat Produksi hingga 2.184 Barel per Hari

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mencatat capaian baru melalui...

Produksi Migas PHI Lampaui Target RKAP 2025, Catat Rekor Tertinggi dalam Lima Tahun

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja produksi minyak dan...

Iriawan Ingatkan Pertamina Waspadai Risiko Global, Ketahanan Energi Jadi Prioritas

Jakarta, Situsenergi.com Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meminta seluruh lini...