Home MIGAS Obligasi Hijau Pertamina Geothermal di Pasar Global Catat Kelebihan Permintaan 8,25 Kali
MIGAS

Obligasi Hijau Pertamina Geothermal di Pasar Global Catat Kelebihan Permintaan 8,25 Kali

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dalam penerbitan obligasi berwawasan hijau atau green bond di pasar global mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 8,25 kali atau senilai 3,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Keuangan PGE Nelwin Aldriansyah mengatakan, sentimen positif yang didapatkan menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi investasi di sektor geothermal pada khususnya, dan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

“Antusiasme yang tinggi ini juga semakin mengukuhkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi energi hijau di Indonesia,” kata Nelwin Aldriansyah dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Selasa (23/5/2023).

Menurut dia, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini berhasil membukukan 400 juta dolar AS dari penerbitan green bond yang menjadi bond premium di secondary market, yang tercatat pada Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST) atau Bursa Efek di Singapura.

“Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai kembali atau refinancing proyek-proyek pengembangan sumber daya geothermal yang telah berjalan, sebagai upaya menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan yang handal dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Dana green bond ini menjadi stimulus yang akan memperkuat bisnis PGE ke depan,” papar Nelwin.

Secara fundamental, ia menyebutkan saat ini PGE sudah memiliki dana yang kuat untuk tahap awal pengembangan bisnis, utamanya dalam hal mencapai target tambahan kapasitas terpasang sebesar 600 Megawatt (MW) dalam lima tahun ke depan.

“Bekal mendapatkan green bond PGE, di antaranya dilatarbelakangi oleh adanya status positif dari dua lembaga pemeringkat kredit internasional, yaitu peringkat peringkat Baa3 (Stable) dari Moody’s rating dan peringkat BBB- (Stable) dari Fitch Rating,” tukasnya.

“Menunjukkan bahwa perseroan memiliki fundamental bisnis yang kuat, sehingga memiliki proyeksi investasi yang menjanjikan di masa depan,” sambung Nelwin.

Kardaya Warnika: Reformasi Subsidi BBM Harus Utamakan Stok

Seperti diketahui, perusahaan sektor panas bumi berkode saham PGEO ini membukukan laba bersih yang tumbuh 49,7 persen year on year (yoy) menjadi senilai 127,3 juta dolar AS selama tahun 2022, atau meningkat dari sebelumnya sebesar 85 juta dolar AS pada tahun 2021. Perseroan mencatatkan peningkatan pendapatan operasional sebesar 4,7 persen (yoy) sepanjang tahun 2022, yang berkontribusi terhadap kenaikan pendapatan sebesar 17 juta dolar AS.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Bongkar Jurus Baru! Bisnis Energi Lama dan Hijau Digenjot Bareng

JAKARTA, Situsenergi.com Pertamina membawa strategi besar menghadapi tantangan energi Indonesia ke IdeaFest...

PHR Sabet Gold Award EPSA 2026! Teknologi Hijau Jadi Senjata Pulihkan Lahan Tercemar

JAKARTA, Situsenergi.con PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sukses mencuri perhatian di ajang...

PHE Sabet Impact Masters Awards 2026, Komitmen ESG Makin Ngebut

JAKARTA, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali mencuri perhatian lewat kiprahnya...

Jerami Jadi Cuan! Pertamina Sulap Limbah Karawang Jadi Mesin Ekonomi Warga

KARAWANG, Situsenergi.com Jerami yang dulu kerap dibakar kini punya nilai ekonomi di...