Home Uncategorized IBC Akuisisi Saham Anak Usaha WIKA Produsen Motor Listrik
Uncategorized

IBC Akuisisi Saham Anak Usaha WIKA Produsen Motor Listrik

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Indonesia Battery Corporation (IBC) Akuisisi sebagian Saham PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON) pada PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai produsen motor listrik GESITS.

Ambil alih saham ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual-beli saham/ sales and purchase agreement (SPA) oleh Direktur Utama WIKON, Dwi Johardian dan Direktur Utama IBC, Toto Nugroho yang disaksikan oleh Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury di Jakarta.

Pahala menyambut baik atas penandatanganan SPA antara WIKON dan IBC karena dinilai sebagai sinergi yang baik bagi BUMN untuk membangun mata rantai ekosistem dari Electric Vehicle (EV) di Indonesia.  

“Saya betul betul berharap, bagaimana kedepannya kita betul-betul mendorong pengembangan EV di Indonesia. Termasuk juga melakukan beberapa perubahan bisnis model, diantaranya adalah pengembangan baterai swap yang memang bisa betul-betul dikembangkan untuk bisa menurunkan biaya overrun ownership cost para pemilik motor karena ini merupakan salah satu kendala yang mungkin yang paling utama,” ujar Pahala.

Direktur Utama IBC, Toto Nugroho menyampaikan bahwa proses pengambilalihan saham WIMA merupakan langkah IBC dalam mengakselerasi pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi dengan industri baterainya. 

Sinergi kedua perusahaan diyakini sebagai perpaduan yang tepat dimana WIKON sebagai perusahaan di industri autoparts serta menjadi produsen dari motor listrik GESITS. Sementara IBC sebagai holding industri baterai kendaraan listrik yang didirikan oleh MIND ID, PT Pertamina Power Indonesia, PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk.

 “Kolaborasi antara WIKON dan IBC dilakukan dengan mendorong GESITS sebagai platform kendaraan motor listrik roda dua yang terintegrasi dengan end to end value chain EV battery dan EV Ecosystem dari hulu ke hilir,” lanjutnya.

Dijelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, yakni 2 juta unit motor listrik di tahun 2025. Dampak dari penggunaan kendaraan listrik tersebut diyakini dapat mengurangi emisi CO2 hingga 8,25 juta ton CO2 per tahun dan potensi pengurangan impor BBM mencapai 7,6 juta barel per tahun.

“Salah satu kekuatan yang ditawarkan oleh IBC terletak pada ekosistem industri baterai terintegrasi, di mana baterai merupakan komponen utama sebagai sumber energi untuk kendaraan listrik dan ikut berkontribusi signifikan pada komponen biaya kendaraan listrik di pasar,” pungkas dia. (DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

EBT Pertamina Tembus 8.743 GWh, Perkuat Ketahanan Listrik di Tengah Gejolak Global

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT)...

Armada Kapal Pertamina Siaga 24 Jam, Jamin Pasokan LPG dan BBM di Tengah Gejolak Geopolitik

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) terus menjaga distribusi energi nasional dengan mengandalkan...

UMiMAX Pertamina Cetak 168 Wirausaha Baru, Raup Omzet Rp2,7 Miliar dalam 4 Bulan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) memperkuat pemberdayaan ekonomi lewat program Ultra Mikro...

Strategi Pertamina 2026: 5 Jurus Hadapi Geopolitik Global dan Jaga Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) menyiapkan lima strategi utama dalam Rencana Kerja...