Home MIGAS Skema Pengurangan Emisi, Perhutani dan Pertamina NRE Kembangkan Proyek NBS
MIGAS

Skema Pengurangan Emisi, Perhutani dan Pertamina NRE Kembangkan Proyek NBS

Share
Skema Pengurangan Emisi, Perhutani dan Pertamina NRE Kembangkan Proyek NBS
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perhutani) bersama Pertamina NRE mengembangkan proyek Natured Based Solution (NBS) melalui skema pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, bahwa proyek tersebut bertujuan untuk mengintensifkan kegiatan pelestarian hutan guna mengurangi pelepasan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan serta memberikan dampak positif bagi penyerapan emisi karbon dan keanekaragaman lingkungan.

“Proyek NBS merupakan salah satu solusi yang mengacu pada pengelolaan dan optimasi sumber daya alam yang berkelanjutan melalui rekonfigurasi pengelolaan,” kata Pahala dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Pahala juga menyampaikan bahwa pembentukan perusahaan NBS dan kerja sama antara Perhutani dan Pertamina NRE merupakan satu dari inisiatif strategis Kementerian BUMN untuk mendukung dekarbonisasi.

“Dengan adanya NBS, kita berharap bisa menjaga lingkungan di sekitar BUMN mendorong adanya energi baru terbarukan yang berkaitan dengan sektor energi mengingat sebagai salah satu penghasil emisi terbesar,” pungkas Pahala.

Sementara Direktur Operasi Perhutani Natalas Anis Harjanto mengklaim proyek itu mampu menghasilkan kredit karbon sebanyak 11,6 juta ton per tahun dengan mengintensifkan pelestarian hutan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan.

“Selain menekan laju deforestasi, tujuan kerja sama tersebut adalah memperluas tutupan lahan yang akan meningkatkan kemampuan kawasan hutan untuk menyerap emisi gas rumah kaca,” kata Natalas.

Dalam proyek NBS tersebut, Perhutani beserta anak perusahaannya berperan sebagai penyedia lahan. Sedangkan, Pertamina NRE bertugas sebagai pengelola bisnis.

Natalas mengungkapkan sudah mengidentifikasi sembilan calon lokasi di wilayah kawasan hutan milik grup Perhutani yang akan menjadi objek dan lokasi dari proyek tersebut.

“Kita akan lakukan studi kelayakan di sembilan lokasi tersebut untuk mengetahui kelayakan proyek khususnya terkait dampak terhadap lingkungan, serta sisi finansial maupun operasional,” tukasnya.

Berdasarkan hasil pra studi kelayakan, lanjut Natalas, melalui skema bisnis yang tepat, proyek NBS itu akan mampu menjadi bisnis baru yang memberikan nilai tambah bagi Perhutani maupun Pertamina NRE.

‘Selain mengurangi efek gas rumah kaca, proyek NBS juga bertujuan mempercepat pencapaian target Nationally Determined Contribution Indonesia pada 2030 dan visi netralitas karbon pada 2060 di lingkungan Kementerian BUMN,” pungkasnya.

Perhutani sendiri berkomitmen untuk melaksanakan sejumlah upaya dekarbonisasi, di antaranya menekan atau mengurangi kerusakan hutan dan meningkatkan rehabilitasi lahan, menekan kebakaran hutan, mengganti penggunaan marine fuel oil menjadi compressed nature gas pada industri hasil hutan. Tak hanya itu, perseroan juga mengurangi penggunaan pupuk anorganik di bidang tanaman.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Bongkar Kinerja 2025! Produksi Migas Tembus 157 Ribu BOEPD, Laba Nyaris USD 900 Juta

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memamerkan sederet capaian penting sepanjang...

Sumur GNK-PD28 Lampaui Target, Pertamina Drilling Catat Produksi hingga 2.184 Barel per Hari

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mencatat capaian baru melalui...

Produksi Migas PHI Lampaui Target RKAP 2025, Catat Rekor Tertinggi dalam Lima Tahun

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja produksi minyak dan...

Iriawan Ingatkan Pertamina Waspadai Risiko Global, Ketahanan Energi Jadi Prioritas

Jakarta, Situsenergi.com Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meminta seluruh lini...