Home MINERBA Perang Ganggu Pasokan Batu bara, Bagaimana Jasa Angkutan Laut?
MINERBA

Perang Ganggu Pasokan Batu bara, Bagaimana Jasa Angkutan Laut?

Share
Perang Ganggu Pasokan Batu bara, Bagaimana Jasa Angkutan Laut?
Share

Jakarta, situsenergi.com

Dampak perang Rusia dan Ukraina, Harga batu bara melejit cukup tinggi, dimana pada perdagangan akhir pekan, harga batu bara di pasar Indonesian Coal Index Futures (ICI 4) berada di tutup angka US$ 108,15/troy ona, melejit +13,31% per hari ini (14/3).

Sejumlah pengusaha jasa angkut batu bara menilai harga batu bara memang terus terjadi kenaikan dan penurunan, akan tetapi sekarang naik lagi karena perseteruan antara Amerika Serikat dan Rusia belakangan ini yang menjadi hangat dan cukup berpengaruh terhadap harga batubara.

Hal ini dikarenakan Rusia yang merupakan salah satu produsen terbesar batu bara. Berdasarkan data Worldometer, Rusia merupakan produsen batu bara terbesar ke 6 di dunia.

“Harga batubara akan terus naik apabila Pasokan batubara dari Rusia mengalami permasalahan dalam distribusi batubara, pastinya akan berpengaruh kepada harga yang terus naik, karena perseteruan yang terjadi ini,” ujar Direktur PT. Batulicin Nusantata Maritim (BNM), Yuliana, kepada wartawan, dikutip Rabu (16/03/2022).

Dikatakannya, sampai saat ini tidak terlalu berdampak atas harga batubara yang naik turun, karena dijalankan sesuai dengan kontrak yang sudah berjalan.

Memang disisi ekspor Rusia berada di urutan ketiga dunia setelah Indonesia dan Australia. Pada tahun 2019, ekspor Rusia mencapai 217 juta ton. Posisi Rusia di pasar batu bara dunia pun cukup strategis karena menjadi pemasok sejumlah negara besar di Asia. Pasokan batu bara dari Rusia bisa terhambat seandainya konflik antar negara tersebut berujung ke perang. Hal ini membuat harga batu bara terus menanjak di pekan ini.

“Memang harga batubara sering berubah, sesuai dengan geopolitik atau faktor lain, akan tetapi BNM meyakini semua tindakan perusahaan hingga saat ini mengedepannya pengelolaan secara baik dan tidak akan pernah berhenti untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan kami, dengan berbagai inovasi yang kami lakukan hingga saat ini,” tutup Yuliana.(SA/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

APNI Dukung Aturan Baru HPM, Harga Nikel Dinilai Makin Transparan dan Adil

Jakarta, Situsenergi.com Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyambut positif Keputusan Menteri ESDM...

PTBA Patok Target Jumbo 49,5 Juta Ton, Siap Gebrak Pasar Spanyol Hingga Rumania

​Jakarta, Situsenergi.com Emiten pertambangan batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk...

Penjualan Batubara Dongkrak Kinerja RMK Energy 2025, Laba Tembus Rp245 Miliar

Jakarta, situsenergi.com PT RMK Energy Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan...

Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Melonjak, Kemendag Ungkap Pemicu Utamanya

Jakarta, situsenergi.com Kenaikan harga komoditas tambang kembali terjadi. Kementerian Perdagangan resmi menaikkan...