Home ENERGI Presiden Sebut Tiga Masalah Utama Indonesia, Sektor Energi Salah Satunya
ENERGI

Presiden Sebut Tiga Masalah Utama Indonesia, Sektor Energi Salah Satunya

Share
Presiden Sebut Tiga Masalah Utama Indonesia, Sektor Energi Salah Satunya
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia saat ini tengah menghadapi beberapa persoalan serius terkait dengan kebutuhan dasar masyarakat (basic needs). Yaitu sektor kesehatan, sektor energi dan sektor pangan. Menurutnya, persoalan yang terjadi pada ketiga sektor ini mutlak diperlukan solusi jitu agar kebutuhan dasar rakyat Indonesia bisa terpenuhi.

Di sektor kesehatan, persoalan serius yang terjadi adalah ketersediaan obat-obatan yang masih bergantung pada impor bahan baku. Menurut Jokowi bahan baku obat nasional 95 persen masih mengandalkan impor. Kemudian alat-alat kesehatan juga masih banyak yang harus mengandalkan pasokan dari negara lain.

Selain itu, masih kata Jokowi, persoalan rasio dokter, dokter spesialis, perawat, apoteker dan tenaga medis lainnya juga masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk nasional. Hal ini menjadikan PR besar bagi pemerintah untuk mencari terobosan agar rasio tersebut dipersempit.

Kemudian rasio tempat tidur di rumah sakit yang juga dinilainya masih sangat terbatas. Setidaknya hanya ada tempat tidur dengan rasio perbandingan 1,2 per 1.000 penduduk. Hal ini dianggap sangat tidak wajar dan perlu upaya bersama agar ketersediaan tempat tidur di rumah sakit ditingkatkan.

“Mengenai rasio jumlah tempat tidur berbanding dengan jumlah tempat tidur, Indonesia masih kecil hanya 1,2 per seribu. Di India 2,7 per seribu, China 4,3 per seribu, dan Jepang 13 per seribu. Lalu soal laboratorium dan peralatannya serta SDM semuanya harus kita hitung karena pentingnya health security, kejadian pandemi ini sadarkan kita semua betapa pentingnya health security,” kata Jokowi dalam pembukaan Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021 yang digelar secara virtual, Selasa (4/5/2021).

Terkait persoalan energi, Jokowi menyatakan harga minyak mentah dunia yang mengalami fluktuasi sangat dinamis mengakibatkan industri dalam negeri kewalahan. Sebab harga minyak mentah dunia sangat mempengaruhi seberapa besar pengeluaran negara untuk membayar biaya pembelian minyak. Hal itu karena kebutuhan minyak di dalam negeri juga masih mengandalkan impor.

“Sektor energi bagaimana kesiapan kita di tengah volatilitas harga minyak mentah dunia yang tahu tahu jatuh dari USD60 per barel menjadi USD20 per barel. Oleh sebab itu bagaimana kita harus rancang strategi besar ulntuk kurangi ketergantungan energi fosil, apakah kita akan ke bio energi atau ke baterai. Nah ini akan menentukan arah riset dan pengembangan energi baru terbarukan,” lanjut Jokowi.

Selanjutnya persoalan pangan atau agriculture food. Menurutnya, Indonesia juga masih bergantung pada impor meskipun kuantitasnya selalu diupayakan diturunkan. Dijelaskan bahwa Food Agriculture Organization (FAO) mengingatkan agar dunia mengantisipasi potensi terjadinya krisis pangan. Untuk itu perlu strategi dan upaya bersama agar kebutuhan pangan bisa dipenuhi dari produk dalam negeri dan bisa mencegah potensi terjadi krisis pangan.

“FAO udah ingatkan akan terjadi krisis pangan, kelaparan ancam dunia, 153 juta penduduk di dunia terancam kelaparan. Jadi bagaimana kesiapan pangan kita, bagaimana kesiapan industri pengolahan paska panen kita dan rantai distribusinya. Semua itu harus kita lihat lagi,” pungkas Jokowi. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...