Home MIGAS Industri Hulu Migas Butuh Dukungan Stakeholder di Daerah
MIGAS

Industri Hulu Migas Butuh Dukungan Stakeholder di Daerah

Share
Industri Hulu Migas Butuh Dukungan Stakeholder di Daerah
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, saat ini industri hulu migas membutuhkan dukungan stakeholder di daerah melalui pelayanan kemudahan berusaha dan berinvestasi.

“Memperkuat hulu migas dengan stakeholder daerah akan menjadi elemen penggerak ekonomi, sehingga dapat mewujudkan kemajuan bagi Indonesia,” kata Dwi dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Menurutnya, dalam pengembangan sektor industri hulu migas, daerah juga memiliki peran melalui Participating Interest (PI) sebesar 10 persen dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Melalui PI 10 persen itu, pemerintah daerah menerima pendapatan dana bagi hasil pengelolaan migas yang berada di wilayahnya,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, industri hulu migas juga menjadi roda penggerak ekonomi daerah karena sektor ini memiliki peran untuk mengembangkan sumber daya manusia, penyerapan tenaga kerja lokal maupun pemasok bahan bakar untuk sistem kelistrikan dan industri lokal.

“Sektor migas tidak hanya sebagai revenue generator, namun penggerak roda perekonomian di tingkat nasional maupun daerah,” katanya.

Dwi mencontohkan proyek pengembangan lapangan Banyu Urip di Blok Cepu mampu berkontribusi hingga Rp 2,18 triliun untuk Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Proyek migas senilai lebih dari 3 miliar dolar AS tersebut memproduksi 200 ribu barel minyak per hari dengan melibatkan 18 ribu pekerja dan 460 subkontraktor yang menumbuhkan jasa pendukung berupa hotel, rumah makan, transportasi, dan lainnya.

“Perekonomian Bojonegoro tumbuh sebesar 19,47 persen tahun 2015. Hal ini menggambarkan pentingnya pengembangan sektor hulu migas untuk menggerakkan perekonomian,” tutup Dwi.

Seperti diketahui, jumlah alokasi dana bagi hasil migas tahun 2019 mencapai Rp 30,9 triliun secara nasional dengan rincian Rp 22,2 triliun diperoleh kabupaten maupun kota dan Rp 8,7 triliun diperoleh provinsi.(ert/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sumur Pertamina EP di Sumsel Bikin Kejutan, Produksi Tembus 475 BOPD!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina EP (PEP) Aset 2 yang berada di bawah Pertamina...

Kapal Terbakar di Selat Sunda, PTK Kerahkan 11 Oil Boom untuk Cegah Tumpahan BBM

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bergerak cepat merespons insiden kebakaran...

Princeton University Intip Dapur Digital Pertamina, AI Jadi Sorotan!

Jakarta, Situsenergi.com Transformasi digital Pertamina menarik perhatian perwakilan Princeton University, Amerika Serikat....

Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal Pecah Rekor, Tembus 4.114 GWh!

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan rekor produksi listrik...