Home ENERGI Uji Vaksin Moderna Terbukti Efektif, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 2%
ENERGI

Uji Vaksin Moderna Terbukti Efektif, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 2%

Share
Share

New York, SitusEnergy.com

Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Januari, ditutup melesat USD1,04 atau 2,43 persen, menjadi USD43,82 per barel, setelah sebelumnya meroket lebih dari 4 persen.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Desember, melambung USD1,21 atau 3,02 persen, menjadi USD41,34 per barel. Demikian dikutip dari laporan Reuters di New York pagi ini, Selasa (17/11/3020).

Lonjakan harga minyak itu terjadi paska salah satu perusahaan farmasi, Moderna mengumumkan hasil eksperimentalnya terkait vaksin Covid-19 yang disimpulkan 94,5 persen efektif dalam mencegah Covid-19.

“Ada sedikit tekanan beli berlebih, yang mendorong kita ke depan di mana fundamental mendukung kita, jadi kita hanya mempertahankan sebagian kenaikan,” kata Gary Cunningham, Direktur Tradition Energy di Stamford.

“Kita memiliki kekhawatiran yang berlebihan atas permintaan global karena wabah Covid-19 terus berlanjut di seluruh dunia,”

Pengumuman Moderna mengemuka setelah Pfizer, pekan lalu, melaporkan vaksinnya lebih dari 90 persen efektif, meningkatkan harapan bahwa kerusakan yang disebabkan pandemi pada ekonomi global dapat dikurangi.

Harga juga didukung oleh data yang menunjukkan rebound di China dan Jepang, dengan angka memperlihatkan bahwa pengilangan China memproses rekor level harian minyak mentah di Oktober.

WTI dan Brent melambung lebih dari 8 persen minggu lalu di tengah harapan vaksin dan ekspektasi bahwa Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan sekutunya, termasuk Rusia, akan mempertahankan produksi yang lebih rendah tahun depan guna mendukung harga.

Kelompok itu, yang dikenal sebagai OPEC Plus, memangkas produksi sekitar 7,7 juta barel per hari (bph), dengan tingkat kepatuhan terlihat di 96 persen pada Oktober, dan merencanakan untuk meningkatkan produksi sebesar 2 juta bph mulai Januari.

OPEC Plus akan menggelar pertemuan komite menteri, Selasa, yang dapat merekomendasikan perubahan pada kuota produksi ketika semua menteri bertemu pada 30 November dan 1 Desember.

“Tidak dapat disangkal bahwa pasar minyak sepenuhnya di tangan OPEC Plus,” kata Kepala Analis Komoditas SEB, Bjarne Schieldrop.

“Organisasi itu adalah satu-satunya alasan mengapa harga minyak saat ini tidak menembus USD20 per barel. Karena itu, pertemuan mereka pada 30 November-1 Desember tidak kalah pentingnya.” (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...