Home ENERGI Tutuka Ariadji Jadi Dirjen Migas Kementerian ESDM
ENERGI

Tutuka Ariadji Jadi Dirjen Migas Kementerian ESDM

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com 

Pemerintah telah menetapkan Tutuka Ariadji menjadi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tutuka adalah Guru Besar Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB)

Lahir di Solo pada 26 Agustus 1964, Tutuka merupakan lulusan Sarjana Teknik Perminyakan ITB tahun 1988. Pria yang akrab disapa Aji itu kemudian meraih gelar Master of Science Petroleum Engineering di Texas A&M University, Texas (1991-1994). Lalu mendapat gelar Doctor of Philosophy Petroleum Engineering di Texas A&M University, Texas (1994-1996). Dalam organisasi, dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) 2016 sampai 2019.

Posisi dirjen migas ini cukup lama tak terisi, yakni sekitar satu tahun. Sebelumnya posisi ini dijabat oleh Djoko Siswanto yang kemudian dirotasi menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional. Namun setelah itu, Djoko Siswanto merangkap menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas. Tapi pada Januari 2020, Menteri ESDM Arifin Tasrif mencopot Djoko Siswanto sebagai Plt Dirjen Migas dan mengalihkannya kepada Ego Syahrial yang merangkap sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM.

Dalam memilih dirjen migas yang baru, Kementerian ESDM melakukan seleksi jabatan. Terdapat delapan kandidat yang lolos seleksi administrasi yakni Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, dan Kepala Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM Eko Budi Lelono. Selanjutnya, Kepala Biro Perencanaan pada Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM Harya Adityawarman, Anggota komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar, dan Direktur Bahan Bakar Minyak (BBM) BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak. Lalu, Staf Ahli Bidang Investasi dan Pengembangan Infrastruktur Kementerian ESDM Prahoro Yulijanto, daan Guru Besar Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung Tutuka Ariadji. (ERT/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...