Home ENERGI IESR : Kebijakan Diskon Tarif PLN Berpotensi Salah Sasaran
ENERGI

IESR : Kebijakan Diskon Tarif PLN Berpotensi Salah Sasaran

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Institute for Essential Services Reform (IESR) menyatakan program keringanan tarif listrik pada pelanggan PLN berkapasitas 450 VA dan 900 VA berpotensi ada yang salah sasaran. Pasalnya hingga saat ini tidak ada standar atau data yang riil apakah pelanggan berkapasitas 450 VA dan 900 VA tersebut adalah benar-benar rakyat miskin.

Seperti diketahui pemerintah menggulirkan program bebas tarif bagi pelanggan PLN berkapasitas 450 VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan 900 VA akibat adanya wabah corona. Program ini sebagai bentuk perhatian pemerintah melalui PLN agar beban masyarakat miskin dapat berkurang minimal hingga tiga bulan kedepan.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan pemerintah memberikan diskon hanya berdasarkan ukuran sambungan listrik. Sementara fakta di lapangan banyak pelanggan PLN yang menggunakan kapasitas listrik tersebut justru untuk usaha seperti pendirian kos-kosan atau kontrakan. Artinya pemilik kontrak atau kos adalah orang yang kaya yang seharusnya tidak berhak mendapatkan subsidi pemerintah.

“Kita tidak punya alat ukur yang tepat apakah pengguna 900 VA bersubsidi benar-benar miskin, atau 450 VA benar-benar miskin,” kata Fabby dalam video conference, Selasa (14/4).

Padahal, menurut dia, masyarakat rentan miskin seharusnya juga mendapat keringanan tarif listrik. Misalnya, masyarakat yang tinggal di perkotaan yang penghasilannya terdampak akibat pandemi corona. Kelompok masyarakat tersebut harus tetap memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Apalagi dengan adanya pandemi, kebutuhan konsumsi listrik meningkat. Fabby mendorong pemerintah perlu memperluas penerima diskon listrik.

“Mereka masuk dalam kategori rumah tangga rentan karena mereka terdampak, bahkan ada yang dirumahkan,” pungkasnya. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...