Home ENERGI Proyek Tangguh Train 3 Terdampak Virus Corona
ENERGI

Proyek Tangguh Train 3 Terdampak Virus Corona

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Virus Corona yang mendera Indonesia membuat beberapa proyek sektor migas tersendat. Salah satu proyek yang dipastikan bakal terkena dampak pandemik virus corona adalah pembangunan Tangguh Train 3 yang dikerjakan British Petroleum (BP).

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Julius Wiratno, mengatakan karena adanya wabah corona maka ada perubahan dalam mobilisasi pekerja. BP saat ini memberlakukan pembatasan jumlah orang kerja untuk meminimalisasi mobilisasi orang di area kerja. Dampaknya akan terasa dengan perubahan kebijakan tersebut.

“Kemungkinan ya akan ada dampak (proyek Tangguh Train 3), tetapi sejauh mana masih kami monitor. Nanti pasti ada recovery plan untuk bisa back on the track,” kata Julius di Jakarta, Selasa (24/3).

Saat ini proyek Tangguh sedang dalam proses konstruksi. Pembangunan train 3 ini sebelumnya juga sempat alami kemunduran. Meskipun ada dampak, SKK Migas tetap meminta BP untuk mengejar komitmennya untuk merampungkan Train 3 pada tahun depan, tidak lagi ada kemunduran.

“Paling di konstruksi akan ada dampak sedikit di Tangguh, kalau Engineering dan Procurement sudah oke. Pastinya harus akan ada double effort untuk recovery,” kata Julius.

Proyek pengembangan Tangguh Train 3 sudah diprediksi molor. Semula Tangguh Train 3 selesai pada kuartal III 2020, namun kemudian diundur satu tahun menjadi 2021. Berdasarkan laporan BP yang pernah disampaikan ke SKK Migas, terjadi beberapa permasalahan di Engineering Procurement Construction (EPC).

Tangguh Train 3 merupakan proyek ketiga BP di Blok Berau. Total proyeksi kapasitas produksi train 3 adalah sebesar 700 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan minyak sekitar 3.000 barel per hari (bph). Proyek Tangguh juga akan menambahkan dua anjungan lepas pantai, 13 sumur produksi baru, dermaga pemuatan LNG baru, dan infrastruktur pendukung lainnya.

“SKK Migas sudah meminta BP juga menyiapkan rencana dan strategi lanjutan untuk merespon dampak yang nanti timbul dengan pembatasan pergerakan tenaga kerja,” ulasnya. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...