Home ENERGI Subsidi Gas LPG 3 Kg Dicabut, YLKI Usulkan Hal Ini
ENERGI

Subsidi Gas LPG 3 Kg Dicabut, YLKI Usulkan Hal Ini

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung upaya pemerintah untuk mencabut subsidi gas elpiji ukuran 3 kg. Pasalnya penggunaan gas melon tersebut selama ini banyak yang tidak tepat sasaran sehingga orang mampu juga bisa mendapatkan subsidi. Sebagai kompensasi atas pencabutan subsidi tersebut, pemerintah bakal memberikan dana penggantinya melalui kartu khusus kepada masyarakat miskin.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi, mengatakan pengguna gas melon semakin banyak ketika harga gas non subsidi meningkat. Akibatnya beban APBN untuk mensubsidi gas elpiji 3 kg semakin membengkak. Sehingga perlu dilakukan upaya khusus agar beban subsidi tidak semakin besar yaitu dengan cara menerapkan penyaluran subsidi secara tertutup.

“Harga gas elpiji 12 kg makin mahal sementara harga elpiji 3 kg tetap. Akhirnya banyak pengguna gas elpiji 12 kg yang turun kelas menjadi pengguna gas elpiji 3 kg. Sampai saat ini kisaran pengguna yang turun kelas bisa mencapai 15-20 persenan,” ujar Tulus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/1).

Meski pencabutan subsidi tersebut didukung, YLKI berharap agar TNP2K (Tim Nasional Penanggulangan dan Pengentasan Kemiskinan) dalam melakukan pendataan terhadap kelompok penerima subsidi langsung bisa benar-benar obyektif. YLKI khawatir masih ada salah pendataan sehingga berpotensi terjadi penyimpangan. Untuk itu diperlukan pemutakhiran data rumah tangga miskin secara presisi.

Selain itu, YLKI berharap agar pemerintah juga aktif mengawasi distribusi gas elpiji 3 kg dan jaminan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang wajar agar harganya tidak cepat melambung karena ada pembiaran pelanggaran HET. Jika hal ini terjadi akan mengganggu daya beli masyarakat dan memicu inflasi secara signifikan.

“Misalnya rumah tangga tidak miskin, tapi dekat dengan Ketua RT/RW, akhirnya mendapat subsidi. Dan sebaliknya, rumah tangga miskin yang tidak dekat dengan Ketua RT/RW malah tidak mendapatkan subsidi,” ujar Tulus. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...