Home ENERGI Pertamina – Inalum Bangun Pabrik Pengolahan Bahan Baku Utama Alumunium
ENERGI

Pertamina – Inalum Bangun Pabrik Pengolahan Bahan Baku Utama Alumunium

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

PT Pertamina (Persero) dan PT Indonesia Asahan Alumunium/Inalum (Persero) sepakat menandatangani _Joint Venture Development Agreement_ (JVDA) untuk membangun perusahaan patungan pabrik pengolahan bahan baku utama alumunium yakni _Calcined Petroleum Coke_ (CPC) atau yang dikenal juga dengan kokas.

Nota kerjasama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama Inalum, Orias Petrus Moedak. Kerjasama Pertamina dan Inalum merupakan bentuk sinergi BUMN dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk _Green Petroleum Coke_ (GPC) yang dihasilkan Pertamina menjadi _Calcined Petroleum Coke_ (CPC) yang menjadi bahan baku utama blok anoda dalam proses peleburan alumunium di Inalum.

“Secara bisnis kerjasama ini akan memberikan nilai tambah dan manfaat yang besar baik bagi Pertamina maupun Inalum,” ujar Nicke.

Menurutnya, Pertamina mempunyai unit produksi _Green Petroleum Coke_ (GPC) di unit produksi II Kilang Minyak Dumai dengan kapasitas produksi sebanyak 360.000 ton per tahun yang mampu memberikan jaminan suplai GPC sebagai bahan baku utama CPC.

“GPC yang dihasilkan Pertamina RU II Dumai memiliki keunggulan kualitas tinggi dengan kandungan sulfur di bawah 1% (low sulphur) sehingga lebih ramah lingkungan. Saat ini GPC Dumai masih dijual sebagai _raw material_ untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor,” imbuh Nicke.

Pabrik ini rencananya ditargetkan selesai dibangun dan beroperasi pada tahun 2022.  Setelah penandatangan kerjasama ini, akan dilanjutkan dengan AMDAL, persiapan EPC, serta konstruksi ditargetkan mulai dilakukan pada triwulan III 2020.

“Pembangunan pabrik patungan ini diharapkan akan membuka lapangan kerja baru sehingga mampu menyerap tenaga kerja lokal terutama di wilayah Sumatera.  Selain itu, Sinergi ini dapat mendukung program pemerintah dalam memperbaiki defisit neraca perdagangan melalui penurunan impor CPC yang selama ini dilakukan oleh Inalum” pungkas Nicke.(Adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...