Home ENERGI Medco Siap Implementasikan Revolusi Industri 4.0
ENERGI

Medco Siap Implementasikan Revolusi Industri 4.0

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Demi menghadapi revolusi industri 4.0, PT MEDCO Energi Internasional Tbk (MEDC) telah menunjukkan kesiapannya dengan mengadopsi teknologi mutakhir sejalan bisnis perusahaan.

Menurut Presiden Direktur MEDC, Hilmi Panigoro, industri migas merupakan industri yang padat modal dan teknologi. Sejak tahun 1970-an, adopsi teknologi digital sebenarnya telah dilakukan dalam industri migas global untuk meningkatkan kinerja operasi dan keuangan para pemainnya. Oleh karena itu, perjalanan digitalisasi industri migas terus berlangsung hingga sekarang.

“Ini mencakup pengumpulan dan analisis data untuk membantu pembuatan keputusan operasi migas yang lebih cepat, akurat, dan efisien,” papar Hilmi dalam keterangannya, Kamis (14/11).

Jika ditelusuri, investasi pengembangan teknologi di bidang migas lebih banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan produsen migas atau produsen peralatan jasa migas raksasa dunia yang punya divisi  research & development, seperti Schlumberger, Halliburton, General Electric dan sebagainya.

MEDC juga berupaya menggunakan teknologi terkini dalam proses pertambangan migas. Teknologi tersebut diperoleh melalui pembelian atau penyewaan dengan harapan dapat meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan.

Sejauh ini, implementasi teknologi dalam kegiatan operasional MEDC cukup sukses. Hilmi memberi contoh, saat proses pemeliharaan mesin-mesin turbin MEDC beralih dari cara-cara tradisional menjadi modern dengan menggunakan teknologi terbaru, biaya pemeliharaan yang ditanggung perusahaan turun sekitar 20%–25%. Untuk itu ke depannya,MEDC akan terus berupaya mengadopsi teknologi demi aktivitas bisnisnya. Misalnya, pemanfaatan  internet of things  hingga penggunaan  artificial intelligence  dalam proses kerja perusahaan

“Investasi teknologi tidak kami lakukan hanya karena tren semata, tapi kami harus yakin bahwa teknologi tersebut akan memberi nilai tambah,” terang Hilmi. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...