Home ENERGI Langkah Tepat PT PGN Bersinergi dengan PT Pembangunan Perumahan
ENERGI

Langkah Tepat PT PGN Bersinergi dengan PT Pembangunan Perumahan

Share
kenaikan harga gas industri jangan disikapi emosional
kenaikan harga gas industri jangan disikapi emosional
Share

Jakarta,situsenergy.com

Senin, 30 September 2019 PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PT PGN) melakukan Head of Agreement (HoA) dengan PT Pembangunan Perumahan (PT PP) untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 500.000 jaringan. Langkah yang dilakukan oleh PGN merupakan langkah yang sangat tepat dalam rangka meningkatkan pengguna jaringan gas terutama untuk rumah tangga. Sesuai dengan target pemerintah pada tahun 2020 akan terbangun 697.601 sambungan rumah tangga (SR1).

“Saya melihat bahwa apa yang dilakukan oleh PGN bersinergi dengan BUMN PT PP merupakan langkah yang sangat tepat dan strategis. Sebagaimana kita tahu bahwa PT Pembangunan Perumahan (PT PP) adalah perseroan yang bergerak dalam pembangunan infrastruktur sehingga sinergi ini sangat menguntungkan kedua belah pihak” demikian disampaikan oleh Mamit Setiawan, Direktur Executive Energy Watch dalam release tertulisnya. Mamit menambahkan dengan program jaringan gas rumah tangga ini bisa menguntungkan banyak pihak.

“Pertama pemerintah bisa mengurangi penggunaan LPG 3 kg yang disubsidi dan selalu over kouta serta menjadi beban keuangan APBN. Kedua, masyarakat juga bisa berhemat dimana harga gas bumi lebih murah dibandingkan harga LPG 3kg dimana untuk Rumah Tangga (RT)-1 dan Pelanggan Kecil (PK)-1 dikenakan sebesar Rp 4.250 per meter kubik (m3) lebih murah dari pada harga pasar gas LPG 3 kg yang berkisar Rp 5.013 sampai dengan Rp 6.266 per m3. Ketiga, produksi gas bumi kita yang cukup besar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri sehingga bisa mengurangi impor LNG” papar Mamit.

Selain itu, menurut Mamit program jaringan gas rumah tangga ini bisa membantu pemerintah dalam mengerja target bauran energy pada tahun 2025 hingga 22% dimana target sebesar 4.7 juta sambungan rumah tangga (SR1). “Memang berat untuk mencapai target bauran energy tersebut, tapi setidaknya dengan banyaknya pengguna gas rumah tangga bisa mempercepat dalam mencapai target bauran tersebut.” pungkas Mamit.

Sebagai informasi, hingga akhir 2019 ini pemerintah akan menyelesaikan 78.216 SR di 17 kota/kabupaten. Sementara, total pembangunan jargas hingga 2018 adalah sebesar 325.852 SR yang tersebar di 40 kota/kabupaten. Dengan penambahan pembangunan di 2019 dan 2020, total jargas yang akan terpasang sebanyak 697.601 SR pada akhir 2020. Pemerintah menargetkan pembangunan jargas bisa mencapai 4,7 juta SR pada 2025. (ril)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...