Home ENERGI Ramadhan, Pertamina Rajin Gelar Pasar Murah Elpiji
ENERGI

Ramadhan, Pertamina Rajin Gelar Pasar Murah Elpiji

Share
Share

Pekanbaru, Situsenergy.com

Memasuki pekan ke empat Ramadhan 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Branch Riau rajin menggelar pasar murah elpiji 3 kg. Tak kurang dari 13 pasar murah dilaksanakan sejak akhir April lalu. Ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, menjelaskan penyaluran elpiji meningkat selama Ramadhan. “Periode 1 hingga 24 Mei, untuk Riau kami salurkan elpiji 3 kg sebanyak 153.000 tabung per hari. Jumlah ini meningkat empat persen dibanding penyaluran normal,” tuturnya.

Disamping menambah pasokan ke pangkalan, penyaluran juga dilakukan lewat pasar murah. Bekerja sama dengan Disperindag, lokasi pasar murah diantaranya di Kecamatan Rumbai, Senapelan, Tenayan Raya, Tampan dan Sukajadi. Total terdapat 13 titik, masing-masing dialokasikan sejumlah 560 tabung. Sebanyak total 7.280 tabung elpiji 3 kg disalurkan pada warga.

“Khusus di Pekanbaru, sudah disalurkan sebesar 26.320 tabung elpiji 3 kg per hari. Peningkatannya sebesar empat persen dibandingkan penyaluran normal,” lanjut Roby.

Di sisi lain, penyaluran elpiji non subsidi Bright Gas 5,5 kg di Riau juga menunjukkan kenaikan. Sejak awal Mei, sejumlah total 40.727 Bright Gas 5,5 kg disalurkan pada masyarakat. Jumlah ini meningkat lima persen dibandingkan konsumsi normal.

Untuk lebih mendorong penggunaan elpiji yang tepat sasaran, Pertamina mengadakan kegiatan berbuka dengan usaha mikro dan komunitas  (BEDUK) Bright Gas. Ini merupakan bagian dari program Satgas Rafi 2019 yaitu Pertamina Melayani, Berbagi dan Mengedukasi.

“Dalam program BEDUK Bright Gas ini, kami bekerja sama dengan Hiswana Migas. Bertujuan lebih mendorong penggunaan elpiji yang tepat sasaran,” ujar Roby. Saat ini, perbandingan pangsa pasar elpiji subsidi dengan non subsidi mencapai 86 persen berbanding 14 persen. Padahal menurut BPS Riau, jumlah masyarakat miskin hanya 7,21 persen.

BEDUK Bright Gas memberdayakan usaha kuliner yang menggunakan Bright Gas. Sebanyak empat usaha kuliner mengikuti kegiatan pada Kamis (23/05) di SPBU 14.282.661. Pada kesempatan itu diserahkan pula santunan kepada 250 anak dari enam panti asuhan.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...