Home ENERGI 35 Ribu Pegawai PLN Bakal Mogok Nasional
ENERGI

35 Ribu Pegawai PLN Bakal Mogok Nasional

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) Perusahaan Listrik Negara (PLN), Jumadis Abda mengungkapkan, sebanyak 35 ribu pegawai PLN siap melakukan aksi mogok nasional.

Menurut Jumadis, aksi mogok akan dilakukan selama 7 hari berturut- turut, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak turun tangan mengatasi kondisi PLN yang belakangan ini semakin memburuk, yakni kerugian yang mencapai Rp18.48 triliun dan tersangkut korupsi proyek PLTU Riau-1.

“Bila tidak ada tindak lanjutnya dalam waktu dua bulan ke depan. Maka kami, pegawai PLN yang tergabung dalam Serikat Pekerja PLN yang terdiri dari 49 DPD SP PLN seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dengan 35 ribu anggotanya, terpaksa istirahat dulu dari pekerjaan rutinnya. Kami akan menggunakan hak kami yang dilindungi Undang Undang untuk melakukan mogok kerja selama 7 hari,” tegas Jumadis Abda di Jakarta, Rabu (5/12).

Ditambahkan, dalam aksi mogok nasional nanti, pegawai PLN akan datang ke kantor atau pembangkit listrik. Namun pegawai PLN tidak akan bekerja.

Tidak bekerja juga akan dilakukan pegawai PLN dibagian pembangkit. Sehingga dalam aksi nanti, bisa saja PLN tidak akan beroperasi atau terjadi pemadaman.

Meski demikian, SP PLN berharap aksi demo tidak terjadi sehingga tidak akan merugikan rakyat lainnya. “Tapi kami berharap tidak terjadi mogok kerja. Karena nanti yang dirugikan rakyat. Makanya kami berharap, Presiden turun tangan. Sehingga PLN kondisinya bisa sehat kembali,” paparnya.

“Terkait kondisi PLN yang memburuk, sebenarnya sudah kita prediksi sejak lama. Apalagi diakhir 2017 yang lalu, Menteri Keuangan sudah menyampaikan bahwa kondisi keuangan PLN sangat mengkhawatirkan dan bisa menyebabkan gagal bayar dan dapat beresiko terhadap keuangan negara,” tambah dia.

Oleh sebab itu, Menkeu mengingatkan dan memberi solusi agar permasalahan energi primer yang merupakan biaya terbesar di PLN menjadi perhatian.

“Kerugian yang ditanggung PLN tentu saja pada akhirnya akan dibebankan kepada rakyat dalam bentuk kenalkan tarif atau penambahan subsidi,” ujarnya.

“Hal ini tentu tidak kita inginkan bersama. Karena dengan sendirinya rakyat akan semakin susah dan perekonomian negara akan semakin terpuruk,” tambah Jumadis.

Lebih jauh ia mengatakan, selain tersangkut kerugian yang mencapai puluhan triliun dan tersangkut korupsi, permasalahan PLN lainnya yakni upaya pelemahan di internal PLN yang dilakukan oleh Direksi PLN.

“Direksi PLN melakukan ketidaktaatan terhadap kesepakatan yang telah dibuat berupa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan peraturan perundang-undangan yang ada. Kesepakatan dan peraturan-peraturan yang ada terkait ketenagakerjaan dilanggar dan tidak diikuti. Seolah-olah ada grand design untuk menurunkan motivasi kerja pegawai yang pada akhirnya membuat produktifitas kerja menurun. Sehingga PLN semakin terpuruk,” pungkasnya.(ADI)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...