Home ENERGI PGE Akui  Masalah Non Teknis Ganjal Pengembangan WKP Gunung Lawu
ENERGI

PGE Akui  Masalah Non Teknis Ganjal Pengembangan WKP Gunung Lawu

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE}, Tafif Azimuddin, mengatakan  pengembangan WKP Gunung Lawu terkendala masalah non teknis yang menjadi tantangan berat sepert adanya situs purbakala di sekitar area lokasi pengembangan.

“Itu pas candi-candi di sekitar situ. Kalau dibongkar, jalanan kena fondasi candi sedikit saja, kami harus mundur,” kata Tafif kepada wartawan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Senin (5/3/2018).

Menurutnya, kondisi tersebut kemudian menimbulkan masalah kedua, yakni perizinan dari pemerintah daerah  dipastikan tidak akan keluar.

Tafif menjelaskan, PGE telah menerima surat resmi dari bupati wilayah kerja Gunung Lawu, yang berisikan penolakan pengembangan panas bumi di wilayah mereka.

WKP Gunung Lawu berada di beberapa wilayah Kabupaten, yakni Kabupaten Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Ngawi dan Magetan, Provinsi Jawa Timur.

“Yang jelas kami sudah pegang suratnya bupati. Waktu itu kami belum bisa masuk, mau sosialisasi belum bisa,” katanya.

Dalam kajian awal, kata dia menambahkan, WKP Panas Bumi Gunung Lawu diproyeksikan memiliki cadangan terduga 165 megawatt (MW). PGE dalam kajiannya berencana untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berkapasitas sebesar 110 MW.

Tafif menambahkan, manajemen sudah menyiapkan opsi selain menunda pengembangan WKP Gunung Lawu, yakni meminta penugasan wilayah panas bumi lain kepada pemerintah.

Manajemen PGE masih harus mengkaji proses permintaan WKP lainnya kepada Pertamina yang kemudian  mengajukan ke pemerintah. “Nah ini kalau tidak, kami postpone (tunda). Kami minta tukar saja nanti penugasan yang lain,” kata Tafif.

Seperti diketahui, WKP Gunung Lawu diserahkan hak pengelolaannya kepada PGE setelah melalui tender pada 2016. Saat itu PGE sukses menyisihkan PT Star Energy Geothermal Indonesia dengan penawaran harga tenaga listrik sebesar 10,00 sen US$ per kWh, sementara Star Energy memberikan penawaran 14,47 sen US$ pet kWh.(mul)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...