Home ENERGI SKK Migas: PLB Sorong Beroperasi, Potong Biaya Transportasi dan Logistik
ENERGI

SKK Migas: PLB Sorong Beroperasi, Potong Biaya Transportasi dan Logistik

Share
plb sorong beroperasi potong biaya transportasi dan logistik
plb sorong beroperasi potong biaya transportasi dan logistik
Share

Jakarta, situsenergy.com

Adanya Pusat Logistik Barikat (PLB) di Sorong Papua membuat trafic transportation industri hulu minyak dan gas bumi (migas) lebih rendah.

“Sebelumnya ini proyek Tangguh Train 3 menyimpan logistiknya di PLB Lamongan, Jawa Timur. Padahal proyek Tangguh Train 3 daerah operasinya berada di Papu Barat,” kata Amien Sunaryadi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), di Jakarta Jumat.

Dengan adanya PLB migas di Sorong, kata Amien, BP Indonesia atau Tangguh Train 3 menyimpan barang untuk mendukung kegiatan hulu migas di PLB Sorong. Imbasnya telah memangkan ongkos transportasi dan logistik.

“Tangguh Train 3 disimpan di Lamongan sekarang di PLB Sorong. Biaya logistik dan transportasi jauh lebih murah, dan saya senang Ditjen Bea dan Cukai, serta Menteri Keuangan membantu memfasilitasi operasi hulu migas sehingga cost recovery berkurang,” tegasnya.

Pembangunan PLB atau gudang raksasa oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, khususnya untuk barang minyak dan gas (migas) mampu menghemat biaya logistik hingga Rp 300 miliar. Efisiensi ongkos tersebut, termasuk fasilitas fiskal di PLB pun telah mengurangi pengembalian biaya operasi (cost recovery).

Sebagai catatan, PLB atau gudang raksasa migas di Sorong, Papua Barat diresmikan oleh Kepada Kanwil Bea dan Cukai Maluku, Papua dan Papua Barat pada Juli 2017. Operatornya adalah PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM).

Presiden Direktur CKB Logistics Iman Sjafei berharap beroperasinya PLB Sorong dapat semakin mendorong terciptanya efisiensi, sehingga kegiatan ekonomi di wilayah ini dapat berkembang cepat.

“Meningkatnya investasi di sektor migas dan sumber daya alam di wilayah Papua dan Papua Barat dapat menjadi peluang bagi bisnis logistik,” kata Iman. (Fyan)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...