Home ENERGI Energi Nuklir Bisa Dorong Kemajuan Teknologi Transportasi
ENERGI

Energi Nuklir Bisa Dorong Kemajuan Teknologi Transportasi

Share
Share

Semarang, Situsenergy.com

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti)  Mohamad Nasir mengatakan, penggunaan nuklir sebagai energi terbarukan diperlukan untuk kemajuan teknologi transportasi Indonesia.

Hal ini dikatakan Nasir di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang, Sabtu (11/11). “Saya akan menagih janji pak Jonan (Menteri ESDM, Ignasius Jonan) untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai sumber energi terbarukan,” katanya.

Nasir, yang juga alumnus Universitas Diponegoro, menuturkan diskusinya dengan Ignasius Jonan saat masih menjabat sebagai Menteri Perhubungan pada awal Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (JK).

Saat itu Nasir mempertanyakan kemungkinan dibuat kereta api cepat Jakarta-Surabaya menggunakan energi listrik.

Ternyata, menurut dia, saat itu Jonan yang sebelumnya menjabat Direktur Utama PT KAI mengiyakan kemungkinan tersebut, namun dengan syarat sumber energinya harus menggunakan tenaga nuklir.

Ketika kemudian Jonan menjabat sebagai Menteri ESDM, Nasir kembali membincangkan hal serupa. “Eh, kebetulan jadi Menteri Energi. Aku nagih janji sekarang, mau nggak bangun? Pelan-pelan Pak Nasir, ojo saiki  (jangan sekarang) roadmap (peta jalan)-nya sedang kami buat,” kata Nasir, menirukan perbincangannya dengan Jonan.

Nasir menegaskan, potensi PLTN sebagai alternatif energi terbarukan sangat besar. Sebagai contoh, dia menjabarkan mengenai bahan bakar kapal yang membutuhkan biaya hingga Rp500 juta untuk pelayaran.

Nasir memiliki ide agar kapal perang Indonesia menggunakan tenaga nuklir sebagai bahan bakarnya, seperti yang sudah dilakukan negara-negara lain yaitu Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).

“Ternyata, setiap satu gram dari uranium mampu menggantikan bahan bakar dari batu bara sekitar dua ton. Itu luar biasa. Kalau dua ton itu mampu menghhasilkan sembilan megawatt,” katanya.

Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk mulai mengubah cara pandang mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dengan negara-negara lain, demikian M. Nasir.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...