Home ENERGI Pertagas Alami Kerugian Tiga Tahun Berturut-turut
ENERGI

Pertagas Alami Kerugian Tiga Tahun Berturut-turut

Share
Pertagas Alami Kerugian Tiga Tahun Berturut-turut
Pertagas Alami Kerugian Tiga Tahun Berturut-turut
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Pertamina Gas (Pertagas) didera kerugian berkaitan Kinerja Kegiatan Niaga dan Transportasi Gas dalam tiga tahun berturut-turut yakni 2014, 2015 dan 2016.

Presiden Direktur Pertagas, Suko Hartono, di Jakarta, Minggu (8/10), mengatakan, Pertagas telah mengirimkan surat jawaban kepada BPK atas kerugian tersebut dan menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut, ini sebgai bukti Pertagas  menjunjung tinggi komitmen Good Corporate Governance (GCG).

Dijelaskannya,  sebelumnya BPK menemukan adanya potensi kerugian ratusan miliar yang dialami Pertagas, pasca tidak efektivifnya sejumlah proyek.

BPK menilai, pada kegiatan niaga gas, Pertagas menanggung kehilangan pendapatan senilai US$ 16,57 juta dan timbulnya piutang macet senilai US$ 11,86 juta akibat penyusunan nominasi, skema niaga, dan operasi pemanfaatan gas Pondok Tengah yang tidak mempertimbangkan kondisi operasi, serta pengalihan alokasi gas untuk kebutuhan Compressed Natural Gas (CNG) kepada PT Mutiara Energy (ME).

Dalam tanggapannya, Suko Hartono mengatakan bahwa sesuai rekomendasi BPK, Pertagas telah menyusun draft Tata Kerja Organisasi (TKO) mengenai pengaturan shipper stock.

Dan, perihal piutang macet PT Mutiara Energi (ME) yang juga menjadi salah satu sorotan BPK, Suko, pihaknya juga sangat serius menindaklanjuti rekomendasi BPK tersebut. “Pertagas terus melakukan upaya maksimal dalam melakukan penagihan hutang Mutiara Energi,” katanya.

Tindak lanjut dari rekomendasi BPK itu, Suko telah menyampaikan dua surat somasi sudah kepada Mutiara Energi. Mulai dari Peringatan pertama di Agustus 2016 dilanjutkan Peringatan kedua yang dikirim pada September 2016. “Kami optimis persoalan Piutang dengan Mutiara Energi bisa diselesaikan dalam waktu dekat sesuai peraturan yang berlaku yakni paling lambat sampai akhir tahun 2017,” katanya.

Untuk rekomendasi lainnya yaitu pipa transmisi gas Belawan – Kawasan Industri Medan – Kawasan Ekonomi Khusus (BEL-KIM-KEK), Pertagas juga sudah melakukan penyusunan ulang Feasibility Study (FS) dan keekonomian BEL-KIM-KEK berdasarkan kondisi riil. “Pipa ruas BEl-KIM-KEK ini sudah rampung sejak akhir 2016 dan telah menyalurkan gas ke industri di KEK Sei Mangke,” bebernya.

Suko yakin, pemanfaatan ruas-ruas pipa Pertagas bakal meningkat seiring dengan genderang transformasi bisnis yang tengah ditabuhnya. “Kedepannya Pertagas tidak hanya akan fokus pada bisnis transportasi gas, tetapi juga akan menggenjot bisnis niaga gas melalui pemasaran yang agresif,” tegasnya.

Menurutnya, langkah itu diharapkan mampu mendongkrak utilisasi pipa-pipa yang dimiliki Pertagas, termasuk BEL-KIM-KEK) dengan lebih maksimal, tentunya. (Mul)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Elnusa Tancap Gas di Awal 2026, Angkut BBM Tembus 7 Juta KL

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk mencatat performa operasional positif sepanjang kuartal I...

Bahlil Rombak Struktur ESDM, 19 Pejabat Tinggi Langsung Dilantik

Jakarta, Situsenergi.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merombak...

Prabowo Pasang Target Swasembada Energi 2029, Impor BBM Siap Dipangkas Lebih Cepat?

Jakarta, situsenergi.com Presiden RI Prabowo Subianto memasang target ambisius: swasembada energi nasional...