Home ENERGI Inilah Suka Duka Mengantar BBM ke Tanah Pattimura
ENERGI

Inilah Suka Duka Mengantar BBM ke Tanah Pattimura

Share
Mengantar BBM ke Tanah Pattimura
Mengantar BBM ke Tanah Pattimura
Share

Pulau Saparua, Situsenergy.com

Waktu menunjukkan pukul 14.30 WIT, ketika Perahu Galilea menepi di pantai Desa Nolot, Pulau Saparua, Maluku. Kapal ini membawa sekitar 18 drum Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dengan total volume 5.000 Liter.

BBM ini berasal dari Terminal BBM Wayame yang diangkut dengan mobil tangki berkapasitas 5 Kilo Liter. Setelah perjalanan sekitar 1 jam, mobil tangki tiba di Dermaga Tulehu untuk memindahkan isi tangkinya ke belasan drum yang sudah siap menanti di pinggir dermaga.

Setelah pengisian selesai, BBM dibawa dengan Perahu Galilea ke Pulau Saparua dengan waktu perjalanan sekitar 3 jam di atas laut.

Begitu perahu sampai di dekat pantai, sekitar delapan orang langsung turun ke air dan menunggu di bawah perahu. Rupanya mereka menunggu drum-drum BBM itu diturunkan dan dicemplungkan ke air.

Setelah drum mengambang di air, barulah mereka mendorongnya ke daratan dan menggelindingkannya ke tempat yang mudah dijangkau truk. Selanjutnya, truk akan membawa BBM tersebut ke satu-satunya lembaga penyalur di pulau ini yaitu Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di pusat keramaian Pulau Saparua.

Ya, memang unik. Beginilah cara warga Pulau Saparua mendapatkan BBM. Perjalanan yang panjang dan butuh bantuan banyak pihak. Dan semuanya tidak gratis.

Untuk sekali proses penurunan BBM hingga siap diangkut truk, pengusaha APMS harus merogoh kocek sekitar Rp 180.000 per perahu. Dalam sehari, ada tiga kali pengantaran dengan perahu. Biaya tersebut belum termasuk biaya pengantaran dengan kapal dan truk ketika tiba di Pulau Saparua.

Jarak dari dermaga tempat drum BBM diturunkan ke air hingga ke APMS memakan waktu sekitar 1 jam dengan jalur yang melewati hutan dan tebing.

Cara distribusi BBM memang tidak sama di setiap lokasi. Tapi bagi warga Pulau Saparua, yang merupakan tempat kelahiran Thomas Matulessy atau yang biasa dikenal Pahlawan Pattimura, kedatangan perahu pengantar BBM menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. (ert)

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...