Home ENERGI Formula Patokan Harga DMO untuk PLTU Rampung Tahun Ini
ENERGI

Formula Patokan Harga DMO untuk PLTU Rampung Tahun Ini

Share
Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi dan Kerjasama Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana
Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi dan Kerjasama Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana
Share

Jakarta, situsenergy.com

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi dan Kerjasama Kementerian ESDM,  Dadan Kusdiana, mengatakan, formula patokan harga batu bara domestik (Domestic Market Obligation/DMO) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dirampungkan tahun ini.

Dadan mengatakan hal itu di Kementerian ESDM, Jumat lalu, terkait harga batu bara untuk pembangkitan.

PT PLN, tidak akan terpengaruh oleh kenaikan harga batu bara belakangan ini,  karena  PLN telah mendapatkan kepastian pasokan hingga akhir tahun. Dengan demikan, kata Dadan, PLN masih harus menanggung harga DMO untuk PLTU yang ditetapkan saat ini.

Berkaitan dengan hal itu, Dadan menjelaskan, nantinya beleid khusus akan berbentuk peraturan menteri (Permen). “Kita sudah banyak diskusi untuk menanggung kondisi PLN yang sekarang termasuk beleid khusus tersebut. Kalau bisa segera buat agar bias ditetapkan,” kata Dadan Kusdiana.

Kementerian ESDM sebelumnya telah menolak permintaan PLN yang mengusulkan patokan harga batu bara domestik menggunakan mekanisme biaya produksi ditambah margin (cost plus margin) sebesar 15% – 25% kepada produsen batu bara.

Dadan mengungkapkan pemerintah menilai biaya cost plus margin itu tidak mendorong efisiensi produsen batu bara. “Sesuai dengan pernyataan Pak Menteri kan demikian. Pakai cost plus margin ada kecenderungan tidak efisien,” tandas Dadan.

Saat ini pemerintah terus menggodok berbagai mekanisme lain dengan simulasi harga baru terkait DMO batu bara tersebut.

Salah satunya dengan memakai dua dari empat indeks hitungan Harga Batubara Acuan (HBA) yaitu Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts 59.

Dadan mengatakan, Kementerian ESDM akan memilih dianatara indek hitungan HBA-HBA. “Nah, beberapa indeks itu akan kita pakai, kira-kira yang  bisa mendukung PLN,” pungkasnya. (mul)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

HBA Periode Pertama Agustus 2026 Turun 5,62 Persen

Jakarta, situsenergi.com Kementerian ESDM menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) periode pertama Agustus...

Pemerintah Percepat Implementasi Biodiesel B50 Guna Tekan Defisit Migas

Jakarta, situsenergi.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah akan mempercepat...

PGE Kembangkan Bisnis Hijau di Luar Listrik Panas Bumi

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperluas bisnisnya dengan menyiapkan...

Harga Referensi CPO Turun, HPE Kakao dan Getah Pinus Naik

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) crude palm oil (CPO)...