Logo SitusEnergi
Wakil Komisi VII DPR: Pemerintah Harus Tegas Bahwa Pertamina Mampu Kelola Blok Migas Terminasi Wakil Komisi VII DPR: Pemerintah Harus Tegas Bahwa Pertamina Mampu Kelola Blok Migas Terminasi
Jakarta, situsenergy.com Wakil Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, meminta agar Pertamina diberikan kesempatan untuk mengelola blok migas yang akan habis masa kontraknya dengan... Wakil Komisi VII DPR: Pemerintah Harus Tegas Bahwa Pertamina Mampu Kelola Blok Migas Terminasi

Jakarta, situsenergy.com

Wakil Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, meminta agar Pertamina diberikan kesempatan untuk mengelola blok migas yang akan habis masa kontraknya dengan alasa bahwa perusahaan energi pelat merah itu mampu mengelolanya.

Herman Khaeron mengatakan hala itu ketika menjadi narasumber dalam diskusi publik “Menyelisik Kemampuan Pertamina dalam Mengelola Blok Migas Habis Kontrak” di Hotel Century, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Herman Khaeron optimis akan kemampuan Pertamina untuk mengelola blok-blok minyak dan gas bumi (migas) ekst KKKS tersebu alias blok terminasi.

“Pemerintah harus beri kesempatan pada Pertamina dan Pemerintah tegas bahwa kita sudah mampu mengelola wilayah kerja (WK) yang sudah mau berakhir. Jangan lagi ada keraguan ini akan dikelola oleh anak-anak bangsa,” kata Herman Khaeron.

Dengan adanya pengelolaan ini, lanjut dia, bisa memberi kesempatan bagi anak bangsa untuk mengelola sumber daya alam yang menjadi hajat hidup orang banyak.

Lebih lanjut ia mengatakan, kesempatan untuk mengelola blok yang akan habis kontrak ini juga bisa diberikan kepada perusahaan daerah. Hal ini dilakukan agar keuntungan yang didapat bisa langsung disalurkan ke daerah.

BACA JUGA   PLN Raih Penghargaan Kemendikbud untuk Program Vokasi Siswa SMK

“Catatan penting, bukan hanya Pertamina yang mampu tapi BUMD pun sudah mampu. Biar nanti hasilnya bisa langsung dinikmati daerah,” tandas Herman.

Senada dengan Pengamat migas dari Direktur Eksekutif ReforMiner, Komaidi Notonegoro. Menurutnya, Pertamina mampu mengelola blok yang sudah habis kontrak. Meski demikian harus jeli melihat mana WK yang masih memiliki potensi yang besar.

“Dalam konteks blok terminasi kita harus melihat jeli. Nah kalau WK yang tua-tua diserahkan ke Pertamina bisa berpotensi menambah cost recovery besar dan marjin kecil. Bagi korporasi ini tidak menarik,” pungkas Komaidi Notonegoro.(mul)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *