Logo SitusEnergi
VIVO Terjun ke Gas LPG, Pemerintah Jangan Berpihak ke Swasta VIVO Terjun ke Gas LPG, Pemerintah Jangan Berpihak ke Swasta
Jakarta, situsenergy.com Setelah beberapa waktu lalu mengejutkan publik dengan kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual BBM RON 89 dengan harga lebih... VIVO Terjun ke Gas LPG, Pemerintah Jangan Berpihak ke Swasta

Jakarta, situsenergy.com

Setelah beberapa waktu lalu mengejutkan publik dengan kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual BBM RON 89 dengan harga lebih murah dari harga BBM Preimum yang ditetapkan Pemerintah, hari ini VIVO meluncurkan Liquefied Potreleum Gas (LPG) dengan merk Nusagaz.

Ironisnya, bila mengacu kepada rilis yang dikeluarkan VIVO belum lama ini, Nusagaz dengan volume 4,5 kg hanya dihargai Rp 25.000 atau lebih murah dari harga LPG Pertamina.

“Disinilah Pemerintah harus menunjukkan keberpihakannya kepada Pertamina sebagai usaha milik Negara. Jangan malah terkesan Menteri ESDM jadi juru bicara swasta dengan pernyataan-pernyataan yang membesarkan swasta dan mengerdilkan Pertamina,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahean kepada Situsenergy.com di Jakarta, Kamis (30/11).

Menurut dia, Pemerintah harus menjelaskan ke Publik apakah Nusagaz yang diluncurkan oleh VIVO itu sudah sesuai dengan Keputusan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Nomor 2652.K/10/DJM.T/2009 Lampiran ke II tentang Standar dan Mutu LPG jenis Propana.

“Karena informasi yang kami dapat, Nusagaz kandungan Propananya 80%, dan itu sangat berbeda dengan LPG Pertamina yang menggunakan Propana 50% dan Butane 50%. Bedanya tentu di tingkat pengapian dan panas serta warna apinya. Jadi wajar jika harga Nusagaz lebih murah,” paparnya.

BACA JUGA   Hidroponik dan Bank Sampah Pertamina, Tingkatkan Kesejahteraan Kaum Ibu di Makassar

Selain itu, kata dia, Pemerintah seharusnya memikirkan dampaknya terhadap bisnis Pertamina. “Yang menjadi pertanyaan, sudahkah pemerintah memikirkan dampaknya terhadap bisnis Pertamina? Jika tidak diperhitungkan, maka dengan sangat berat hati kami mencurigai Jonan sadar atau tidak sadar sedang melemahkan Pertamina dengan kebijakannya,” ketusnya.

“Mumpung moment resufle sudah dekat, sebaiknya pak Jonan diresufle dan diganti. Karena kebijakannya bisa membuat Pertamina hancur,” tambah dia.

Menurutnya, jika Pertamina terganggu maka hal itu pasti akan berdampak pada stabilitas nasional karena akan terganggu melaksanakan distribusi BBM kebutuhan nasional. “Semua tentu paham apa yang akan terjadi jika suplay BBM nasional terganggu, maka akan terjadi kekacauan secara besar-besaran,” tukasnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengapresiasi dan menghormati kehadiran VIVO di bisnis LPG setelah selama ini Pertamina sendiri sebagai pemain tunggal yang menyediakan LPG kebutuhan rumah tangga dalam bentuk tabung. “Kehadiran VIVO akan menyemarakkan persaingan di bisnis ini sehingga patut kita hargai dan hormati. Kami ucapkan selamat kepada VIVO atas peluncuran produk barunya Nusagaz,” pungkasnya. (adi)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *