Logo SitusEnergi
PVMBG Kementrian ESDM Catat Aktivitas Gunung Agung PVMBG Kementrian ESDM Catat Aktivitas Gunung Agung
Jakaarta, situsenergy.com Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mencatat aktivitas Gunung Agung Bali. Dilaporkan, setidaknya terjadi 65 kali Gempa Vulkanik Dangkal... PVMBG Kementrian ESDM Catat Aktivitas Gunung Agung

Jakaarta, situsenergy.com

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mencatat aktivitas Gunung Agung Bali.

Dilaporkan, setidaknya terjadi 65 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 125 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 25 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan tidak terasa, Sabtu (7/10).

Kementerian ESDM dalam hal ini PVMBG bersama pihak terkait lainnya menggelar rapat. “Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi (rakor) rencana pemulangan pengungsi di luar ‘zona aman’ bersama Incident Commander dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” kata Kepala PVMBG, Kasbani, Sabtu (7/10) pukul 00.00 hingga 06.00 WITA.

Sebelumya, Kasbani menerangkan, rakor serupa juga dilakukan bersama Gubernur dan Kepala BNPB membahas pemulangan pengungsi yang berasal dari luar Zona Bahaya pada status Level IV (AWAS).

“PVMBG juga menyampaikan informasi perkembangan aktivitas Gunung Agung pada Rakor harian di Posko Utama Tanah Ampo serta menginformasikannya melalui media cetak maupun elektronik, dalam dan luar negeri. Tak lupa sosialisasi aktivitas Gunung Agung juga disampaikan kepada komunitas pengusaha perhotelan dan pariwisata di Kabupaten Badung,” lanjutnya.

PVMBG juga berperan dalam penentuan jalur evakuasi bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) di bawah koordinasi BNPB serta menyusun Rencana Kontinjensi potensi bahaya lahar dan sebaran abu.

BACA JUGA   Awas, Angkutan Batubara Sumsel Terancam Lumpuh Total

Bersama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), PVMBG telah melakukan koordinasi terkait data meteorologi yang diperlukan dalam pemodelan produk erupsi.

Secara intensif PVMBG juga melalukan peninjauan dari udara maupun di darat untuk melakukan verifikasi area yang berpotensi terlanda bahaya.

“Sosialisasi peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung kepada para Kepala Desa yang wilayahnya termasuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana juga kami lakukan guna memberikan pemahaman yang komprehensif. Hal ini akan mempercepat koordinasi di lapangan,” ujar Kasbani.

Kasbani mengungkapkan, sosialisasi akan terus dilanjutkan terutama kepada masyarakat yg ada di pengungsian dan dilaksanakan di bawah koordinasi BNPB. Kementerian ESDM sendiri juga telah membentuk Tim Siaga Bencana yg saat ini terus berkoordinasi dg PLN dengan Pertamina melakukan berbagai macam simulasi untuk menjamin ketersediaan listrik dan BBM apabila kondisi terburuk terjadi.

Hingga hari ini Gunung Agung masih berstatus AWAS, PVMBG masih menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung di dalam radius 9 km dari kawah puncak G. Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 12 km. (Mul)

BACA JUGA   Pemerintah Ingin Proses Transisi Energi Tetap Jaga Daya Beli Masyarakat

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *