Logo SitusEnergy
Kejar Bauran EBT, PLN Gandeng PTPN dan Perhutani Kejar Bauran EBT, PLN Gandeng PTPN dan Perhutani
Jakarta, situsenergi.com Untuk memanfaatkan potensi biomassa berbasis perkebunan, PT PLN (Persero), PTPN Group dan Perhutani teken perjanjian dalam pelaksanaan co-firing di 52 lokasi Pembangkit... Kejar Bauran EBT, PLN Gandeng PTPN dan Perhutani

Jakarta, situsenergi.com

Untuk memanfaatkan potensi biomassa berbasis perkebunan, PT PLN (Persero), PTPN Group dan Perhutani teken perjanjian dalam pelaksanaan co-firing di 52 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.

Hal ini diresmikan lewat penandatanganan Head of Agreement (HoA) penyediaan biomassa dan pengembangan industri biomassa untuk co-firing PLTU batu bara hari ini, Jumat (16/7), oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani, dan Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro.

Turut menyaksikan secara daring Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, dan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana.

“PTPN Group memiliki potensi biomassa berbasis komoditi perkebunan yang cukup besar antara lain Biomassa dari komoditi Kelapa Sawit, Karet dan Tebu yang dimiliki oleh PTPN I hingga PTPN XIV,” ujar Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani dalam pernyataannya yang diterima Situsenergi.com, Jumat (16/07/2021).

Dikatakannya, PTPN Group mengestimasikan dapat menyuplai 500 ribu ton tandan kosong segar kepada PLN dan angka tersebut dapat berkembang hingga 750 ribu ton tankos segar per tahun pada 2024 sesuai dengan RJPP PTPN Group. Diharapkan program ini akan menghasilkan penurunan emisi GRK dan berdampak pada kualitas udara di sekitar menjadi lebih baik.

BACA JUGA   Mistubishi Hibahkan 1 Mobil Listrik Kepada Kementerian BUMN

Sementara itu, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan Co-firing PLTU adalah untuk memenuhi target bauran energi EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025.

“Sejauh ini PLN menargetkan 52 lokasi co firing PLTU tersebar di seluruh Indonesia, untuk itu dibutuhkan pasokan 9 juta ton/tahun pada 2025 ,” ungkap Zulkifli.

Adapun dalam perjanjian itu, nantinya Perhutani akan menyediakan woodchip dalam bentuk serbuk, sementara PTPN akan memasok limbah perkebunan atau tandan kosong segar dan PLN akan membelinya.(SA/RIF)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *