Logo SitusEnergy
Ini Akibatnya Jika Bensin RON Tinggi Dipakai Untuk Kendaraan Berkompresi Rendah Ini Akibatnya Jika Bensin RON Tinggi Dipakai Untuk Kendaraan Berkompresi Rendah
Jakarta, Situsenergi.com Tidak semua jenis kendaraan menjadi efisien ketika menggunakan BBM atau Bensin yang memiliki kadar oktan/RON tinggi. Sebab, ternyata Bensin dengan RON tinggi,... Ini Akibatnya Jika Bensin RON Tinggi Dipakai Untuk Kendaraan Berkompresi Rendah

Jakarta, Situsenergi.com

Tidak semua jenis kendaraan menjadi efisien ketika menggunakan BBM atau Bensin yang memiliki kadar oktan/RON tinggi. Sebab, ternyata Bensin dengan RON tinggi, diperuntukkan bagi kendaraan dengan angka kompresi yang tinggi.

Hal itu disampaikan oleh Pemilik Bengkel Mobil, John Speed, Junaidi, saat diwawancarai oleh Situsenergi.com, Jumat (9/7/2021).

Junaidi mengatakan, seperti halnya Pertamax Turbo yang memiliki kandungan RON sebanyak 98, menurutnya bahan bakar ini sanggup memenuhi kebutuhan mesin dengan rasio kompresi di atas 12:1. BBM jenis ini disebutnya bahan bakar “monster”, yang bisa menaikan efisiensi kendaraan berspesifikasi nomer satu.

Efek yang dirasakan saat menggunakan BBM ini adalah tarikannya yang sangat ringan (meski tidak dirasakan secara signifikan). Tarikan mesin bisa terasa mulai dari kecepatan rendah sampai tinggi. Selain itu, juga akan menunjang suara kendaraan agar lebih padat dan keras.

Namun, kendaraan dengan kompresi di atas 12:1 sendiri sebenarnya tidak banyak di Indonesia, karena sebagian besar hanya sampai 10:1. Namun, ada beberapa model yang tingkat kompresi mesinnya mencapai 12:1, yakni Alphard 3.5, Lexus 460 dan Lexus 570.

“Untuk kendaraan dengan kompresi di bawah 12:1, hendaknya jangan diisi oleh BBM yang kadar RON-nya lebih tinggi, sebab kemungkinan mesin sulit menyala,” ujar Junaidi.

Selain itu, kata dia, jika kendaraan dengan kompresi mesin yang rendah namun tetap dipaksa menggunakan bensin RON tinggi, yang terjadi adalah pemborosan.

BACA JUGA   Pemerintah Targetkan 2026 Tanpa Impor BBM, Apakah Bisa?

“Jadi pemborosan, karena bahan bakar tidak terbakar optimal, tenaga minimal dan justru rentan menimbulkan polusi,” tuturnya.

Sebab, bahan bakar dengan RON rendah disebutnya lebih mudah menguap dan terbakar daripada RON tinggi. Mesin dengan rasio kompresi rendah, lebih baik menggunakan bensin dengan RON rendah.

“Kalau mesin dengan RON rendah diisi dengan bensin RON tinggi, proses pembakaran tidak akan berkerja dengan baik dan menghasilkan tenaga yang sangat rendah (lost power),” tuturnya.

“Tetapi ada pengecualian, jika mobil atau motor Anda dilengkapi dengan sistem Direct Injection dan Turbocharger/Supercharger, maka Anda masih bisa menggunakan Pertamax turbo, karena sistem direct injection dapat mempermulus sistem pembakaran mesin.

Menurutnya, jika anda pengguna mobil atau motor dengan kompresi 10:1 atau di bawahnya, anda cukup menggunakan BBM dengan RON yang lebih rendah, seperti Pertamax, Pertalite, dan lainnya.

“Karena pada umumnya, BBM Pertamax turbo dikhususkan untuk yang berpergian dari kota ke kota dan untuk para pembalap nasional ataupun international,” tegasnya. (SNU/RIF)

  • manageweb01

    July 9, 2021 #1 Author

    Informasi yang sangat berguna, jadi bukan cuma gaya pakai bensin mahal ya, tapi harus tahu fungsinya

    Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *