Logo SitusEnergi
Industri Cold Storage Butuh Pasokan Listrik Industri Cold Storage Butuh Pasokan Listrik
Jakarta, situsenergy.com Pemerintah dinilai perlu menjamin pasokan listrik bagi industri  cold storage. Saat ini Kebutuhan ruang pendingin atau cold storage di sektor produk daging... Industri Cold Storage Butuh Pasokan Listrik

Jakarta, situsenergy.com

Pemerintah dinilai perlu menjamin pasokan listrik bagi industri  cold storage. Saat ini Kebutuhan ruang pendingin atau cold storage di sektor produk daging cukup terpenuhi, namun untuk perikanan punya kendala besar yaitu ketersediaan listrik.

Menurut CEO PT Suri Nusantara Jaya Diana Dewi yang merupakan pelaku usaha bidang cold storage, ruang   pendingin  berkapasitas  200   ton   membutuhkan   listrik   sebesar   142   kilo   volt   ampere   (KVA).

Sedangkab unit pengolahan berikut ruang pendingin berkapasitas 500 ton membutuhkan 750 KVA. Adapun flake ice machine berkapasitas 10 ton membutuhkan 130 KVA.

Dari waktu ke waktu, kata dia, kebutuhan cold storage terus meningkat, seiring dengan peningkatan permintaan. Dia ambil contoh,  pada 2016 produksi daging sapi 524.109 ton dan produksi daging ayam sebanyak 1.689.584 ton.

“Peningkatan   ini   tidak   dibarengi   dengan   gudang   penyimpanan   ruang   pendingin   yang   mumpuni. Karenanya itu kami membangun cold storage baru di Delta Silicon. Kami juga akan membangun cold storage di luar Cikarang yang akan disesuaikan dengan pasokan energi listrik,” katanya di Jakarta, Minggu (15/10).

Sebelumnya, PLN memasok listrik di Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, mengalir selama 24 jam setelah   PT  PLN   memasok   Pembangkit   Listrik   Tenaga   Diesel   (PLTD)   Legon   Bajal   2×2,2   MW  di Karimunjawa. Kelancaran pasokan listrik ini menjadi pintu masuk bagi investor untuk membangun cold storage ikan dan produk olahan ikan  di kawasan tersebut. (ert)

BACA JUGA   PMN Dan Kepemilikan Saham Publik Di BUMN

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *