Home MINERBA Harga Batubara Cs Naik, Ekspor Pertambangan Periode September 2021 Meningkat
MINERBA

Harga Batubara Cs Naik, Ekspor Pertambangan Periode September 2021 Meningkat

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Batubara menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia sehingga berkontribusi cukup besar pada nilai ekspor di bulan September 2021. Selain itu komoditas minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price / ICP) juga memberikan andil bagi kinerja ekspor nasional. Tercatat harga ICP di pasar internasional menjadi USD72,20 per barel atau naik 6,49 persen dibandingkan Agustus 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, mengatakan pada September 2021 lalu kenaikan harga batubara membawa berkah bagi nilai ekspor nasional. Terpantau harga batubara secara bulanan mengalami kenaikan 9,50 persen. Dengan kenaikan itu Kementerian ESDM menetapkan harga batubara acuan (HBA) sebesar USD150,03 per ton.

“Beberapa komoditas non migas juga tercatat beberapa mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2021 seperti batubara yang meningkat 9,50 persen, alumunium naik 8,90 persen dan minyak kernel naik 6,42 persen,” kata Margo dalam konferensi pers virtual, Jumat (15/10/2021).

Dikatakan Margo bahwa sektor pertambangan pada periode September 2021 nilai ekspornya mencapai USD3,77 miliar. Nilai ini meningkat 3,46 persen jika dibandingkan Agustus 2021. Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu naik signifikan sebesar 183,59 persen. Sektor tambang ini berkontribusi 18,30 persen terhadap total ekspor pada September 2021 yang mencapai USD20,60 miliar.

Margo menambahkan bahwa kinerja ekspor sektor tambang ini salah satunya dikontribusi oleh ekspor batubara dan produk tambang lainnya. Tercatat untuk komoditas batubara memberikan kontribusi pada peningkatan ekspor sektor tambang sebesar 70,33 persen. Sementara tingkat pertumbuhan ekspor batubara dibandingkan periode September 2020 lalu sebesar 168,89 persen.

“Share tertinggi lainnya di sektor pertambangan adalah bijih tembaga sebesar 17,23 persen dan pertumbuhannya sebesar 166,28 persen. Yang lain adalah Komoditas lignit dengan sharenya 11 persen dengan pertumbuhannya year on year 904,91 persem. Itu adalah share terbesar dr sektor pertambangan dan lainnya,” pungkas Margo. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

APNI Dukung Aturan Baru HPM, Harga Nikel Dinilai Makin Transparan dan Adil

Jakarta, Situsenergi.com Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyambut positif Keputusan Menteri ESDM...

PTBA Patok Target Jumbo 49,5 Juta Ton, Siap Gebrak Pasar Spanyol Hingga Rumania

​Jakarta, Situsenergi.com Emiten pertambangan batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk...

Penjualan Batubara Dongkrak Kinerja RMK Energy 2025, Laba Tembus Rp245 Miliar

Jakarta, situsenergi.com PT RMK Energy Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan...

Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Melonjak, Kemendag Ungkap Pemicu Utamanya

Jakarta, situsenergi.com Kenaikan harga komoditas tambang kembali terjadi. Kementerian Perdagangan resmi menaikkan...