Logo SitusEnergi
EW: Langkah Pertamina Naikkan Harga Pertamax Tepat EW: Langkah Pertamina Naikkan Harga Pertamax Tepat
Jakarta, situsenergy.com Direktur Eksekutif Energy Watch (EW), Mamit Setiawan mengatakan, langkah PT Pertamina (Persero) untuk menaikan harga BBM Khusus seperti Pertamax di tengah terus... EW: Langkah Pertamina Naikkan Harga Pertamax Tepat

Jakarta, situsenergy.com

Direktur Eksekutif Energy Watch (EW), Mamit Setiawan mengatakan, langkah PT Pertamina (Persero) untuk menaikan harga BBM Khusus seperti Pertamax di tengah terus naiknya harga minyak dunia saat ini merupakan langkah yang cukup tepat.

“Saya kira langkah Pertamina untuk menaikan harga Pertamax cs sudah cukup tepat agar beban keuangan Pertamina tidak semakin berdarah-darah. Mengingat mereka (Pertamina-red) selama ini sudah cukup kerepotan di BBM PSO dan BBM Satu Harga,” kata Mamit saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Ia juga mengapresiasi kebijakan yang dilakukan Pertamina terkait kenaikan harga BBM yang sudah memperhitungkan daya beli masyarakat. “Saya kira ini adalah strategi bisnis Pertamina tetapi tetap memperhitungkan daya beli masyarakat,” tukasnya.

Apalagi, kata dia, saat ini sudah banyak pengguna BBM Non Subdisi sehingga dikhawatirkan jika harga terlalu tinggi maka mereka akan kembali beralih ke Premium. “Selain itu, jumlah SPBU milik Pertamina juga jauh lebih banyak dibandingkan pesaing,” ujar Mamit.

Ditanya soal harga BBM milik pesaing yang dipatok lebih mahal dibanding Pertamina, Mamit Setiawan mengatakan bahwa apa yang dilakukan SPBU milik swasta semisal Vivo dan Shell telah mengabaikan unsur keberpihakan kepada masyarakat. “Memang masing-masing punya segmen tersendiri, tapi saya bisa katakan bahwa mereka (Vivo dan Shell-red) tidak berpihak kepada masyarakat,” katanya.

BACA JUGA   Ini Alasan PLN Hanya Hargai Listrik Rooftop 65 Persen Saja

Sebelumnya, Vice President Corporate Communications Pertamina Adiatma Sardjito menegaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut mengekor tren kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh US$ 60-US$ 65 per barel.

Namun, menurut dia, kenaikan harga Pertamax masih dalam batas wajar. Tren harga minyak dunia yang naik tak bisa dikendalikan.

“Jadi, kami melakukan penyesuaian harga dengan melihat harga minyak dunia. Namun, kenaikannya masih dalam batas wajar lah. Harganya (Pertamax) tetap lebih murah dibandingkan harga yang ditetapkan pesaing,” katanya di Jakarta, Minggu (25/2).

Seperti dikutip dari data yang dibagikan Pertamina, harga Pertamax di Jakarta menjadi Rp 8.900 per liter sejak Sabtu (24/2) pukul 00:00 WIB. Harga itu naik Rp300 per liter dari sebelumnya Rp 8.600.

Sementara, harga Pertamax Turbo menjadi Rp 10.100 atau naik Rp 500 per liter dari Rp 9.600. Dexlite menjadi Rp 8.100 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp 10.000.

Namun demikian, seluruh seri Pertamax tersebut merupakan jenis bahan bakar nonsubsidi. Sementara, harga BBM jenis Pertalite tetap atau tidak mengalami perubahan.(adi)

 

BACA JUGA   Risco Energy Gandeng Chart Industries Perkuat Perlengkapan LNG Di Indonesia

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *