Logo SitusEnergi
DPR Minta Pemerintah Tak Rugikan Pertamina  DPR Minta Pemerintah Tak Rugikan Pertamina 
Jakarta, SitusEnergy.com  Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir meminta kepada pemerintah untuk bersikap bijak dalam kebijakan penetapan harga BBM penugasan jenis premium... DPR Minta Pemerintah Tak Rugikan Pertamina 

Jakarta, SitusEnergy.com 

Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir meminta kepada pemerintah untuk bersikap bijak dalam kebijakan penetapan harga BBM penugasan jenis premium dan solar.

Inas yang berasal dari fraksi Hanura ini menyebut, masyarakat tidak akan marah jika pemerintah menaikkan harga premium dan solar lantaran masyarakat dianggap sudah sangat dewasa dan mengerti bahwa kenaikan harga BBM itu disebabkan oleh kenaikan harga Crude Pil di tingkat dunia.

“Kalau memang minyak ini harus naik, jangan sekarang Pertamina yang dipaksa untuk puasa gitu. Kalau memang harus naik, sampaikan kepada masyarakat bahwa minyak dunia naik, jadi harga premium dan solar harus naik, supaya masyarakat memahami,” ujar Inas seusai Fokus Group Discussion FSPPB di Jakarta, Rabu (21/3).

Inas pun meminta agar tidak ada unsur politis dalam menetapkan harga premium dan solar. Menurutnya, momen pemilihan presiden yang sebentar lagi akan berlangsung, tidak ada kaitannya dengan keberlanjutan bisnis dari Pertamina. Sebagai BUMN yang menguasai hajat hidup orang banyak, Pertamina disebutnya harus mampu menjaga kinerja bisnisnya agar dapat menyokong keuangan negara.

BACA JUGA   Anak Usaha PGN Akuisisi Hak Partisipasi PSC Muriah

“Kan sekarang subsidi sudah tidak ada lagi nih, kecuali untuk yang solar. Seharusnya masyarakat dibuat agar terbiasa harga BBM naik turun sesuai pasar. Kalau sekarang kan penugasan, apa bedanya dengan subsidi?,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT Pertamina M Iskandar‎ mengatakan, Premium dan Solar penugasan yang ditetapkan sejak April 2016 sampai saat ini mengacu pada harga minyak dunia pada kisaran US$ 44 per barel, Sedangkan harga minyak dunia sudah berada di level US$ 60 per barel.

Akibat hal itu, kata Iskandar, Pertamina menanggung kerugian atas penyaluran Premium dan Solar penugasan tanpa ada penyesuaian harga hingga mencapai Rp3,9 triliun. (SNU)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *